Powered By Blogger

SELAMAT DATANG di Blog Putera Pulau Beringin

Semoga Bermanfaat..!

Rabu, Oktober 13, 2010

Talkshow Kompetensi Pustakawan Indonesia




September 2010 di Gedung LIPI

Peserta Seminar Nasional " “AIR DAN KEHIDUPAN DALAM NASKAH KUNA NUSANTARA”


SEMINAR NASIONAL “AIR DAN KEHIDUPAN DALAM NASKAH KUNA NUSANTARA”

Kebudayaan Nasional Indonesia terbentuk dari puncak-puncak kebudayaan lokal atau daerah. Dengan demikian, penemuan kembali nilai-nilai dari kebudayaan lokal adalah penting dalam konteks penguatan kebudayaan Nasional Indonesia. Karena tumbuh-kembangnya kebudayaan lokal juga merupakan dukungan bagi pengakuan terhadap keragaman budaya guna mencapai kesejahteraan masyarakat baik di tingkat lokal, nasional, maupun global.
Kebudayaan lokal yang termediakan dalam berbagai bentuk dan kemasan, diyakini banyak kalangan sebagai cara menjaga ingatan kolektif bangsa. Salah satu bentuk ingatan kolektif bangsa di masa lalu itu, tertuang dalam naskah kuna nusantara. Naskah nusantara berlimpah informasi bernilai budaya. Kandungan naskah tidak semata berupa susastra, melainkan berbagai bidang lain seperti agama, hukum, adat-istiadat, obat-obatan, teknik atau rekayasa dan lain-lain.
Koleksi manuskrip Perpustakaan Nasional RI hingga saat ini berjumlah 10.098 judul. Koleksi ini merupakan salah satu jenis bahan perpustakaan paling berharga di Indonesia. Sesuai dengan amanah Undang-undang Nomor 43 Tahun 2007, tentang Perpustakaan, khususnya pada Pasal 1(4), Pasal 6(1), Pasal 7(1), Pasal 9, Pasal10(1) dan Pasal 21(3), bahwa Perpustakaan Nasional RI berkewajiban untuk menidentifikasi, mengkoleksi, melestarikan, mengalih mediakan, mengalih bahasakan, mengalih aksarakan, menyalin kembali, mengkaji dan mengupayakan pengembalian naskah kuno dari luar negeri.
Koleksi manuskrip Perpustakaan Nasional RI ini bermula dari koleksi Perpustakaan Museum Pusat yang awalnya dikembangkan dan dikelolaoleh Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen, sebuah perkumpulan kaum elite intelektual Hindia Belanda yang berdiri tahun 1778. Bagian terbesar koleksi manuskrip tersebut menggunakan berbagai jenis media, bahasa dan huruf daerah aseli bangsa Indonesia maupun asing, yang ditulis sejak abad ke-15, yang dikumpulkan berdasarkan undang-undang deposit yang dikeluarkan oleh pemerintah Hindia Belanda saat itu.
Sehubungan dengan tugas tersebut, Perpustakaan Nasional RI melakukan berbagai kajian dan studi tentang pernaskahan. Mengapa air dankehidupan diangkat sebagai tema seminar pernaskahan kali ini? Air adalah nikmat dan karunia Tuhan yang luar biasa bagi umat manusia. Air sungguh menjadi sumber kehidupan yang paling penting. Hakikatnya air bisa menjadikan faktor kunci untuk setiap kehidupan di alam ini. Secara lebih luas temaini juga merupakan refleksi dari kondisi bangsa kita. Sebagaimana yang kitaketahui bersama, bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia merupakan “negara maritim”,“negara kepulauan” dengan potensi laut dan perairan yang luar biasa. Keberadaan laut dan perairan tersebut bukan merupakan garis pemisah bagi suatu masyarakat dengan masyarakat lainnya, melainkan penghubung antar masyarakat, sekaligus pemersatu kita sebagai bangsa.
Isu air dan kehidupan dipandang sangat relevan dengan persoalan mutakhir bangsa kita dewasa ini. Di anataranya ialah soal batas wilayahantarnegara dan eksploitasi sumber daya alam, pengelolaan perairan untuk peningkatan kesejahteraan masayarakat nelayan, rancangan drainase tatakota dan antisipasi bencana banjir, sanitasi dan kesehatan lingkungan, pencemaran dan kualitas air danlain-lain. Persoalan ini disikapi dengan cara berbeda pada masa lalu, ketika masyarakat kita masih memelihara dan bahkan mensucikan sumber air dan perairan untuk kelangsungan hidupnya. Hal ini dapat kita kaji dari tinggalan masyarakat Lembur Naga di Jawa Barat, yang memiliki sistem pengelolaan air yang sangat baik. Demikian juga dengan tradisi pejampian air diBanyumas, sistem irigasi tinggalan Majapahit di Trowulan dan naskah-naskah Keraton yang mengupas ihwal air.

Senin, Agustus 09, 2010

'Salamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadhan 1431H"


Marhaban Ya Ramadhan

" Marhaban Ya Ramadhan...Ya Allah..berikan Rahmatmu..agar aku dapat melaksanakan segala perintah-Mu dan menjauhi semua larangan-Mu...begitu pula pada bulan Ramadhan, yang pernuh keberkahan...

Senin, Juli 05, 2010

KAJIAN PUSTAKA


•Dalam usulan penelitian maupun hasil penelitian umumnya dituangkan dalam bab “Tinjauan Pustaka”
•Merupakan tinjauan singkat atas pustaka yang menimbulkan gagasan & mendasari penelitian
•Seyogyanya digunakan pustaka terbaru (recent), gayut (relevant), dan asli (state of the art) bidang yang diteliti à PUSTAKA PRIMER
MANFAAT KAJIAN PUSTAKA

•Membantu peneliti menelusuri atau memilih topik penelitian
•Membantu peneliti memahami topik lebih baik, yang kurang jelas menjadi jelas
•Menjamin tidak ada duplikasi penelitian
•Membantu & memandu peneliti menelusuri pustaka yang lebih gayut
•Membantu & memandu peneliti menyusun rancangan penelitian, khususnya dalam:

–Merumuskan pertanyaan penelitian
–Merumuskan asumsi & hipotesis (kalau ada)
–Merumuskan kerangka pikir (konseptual)
–Memilih & menetapkan metoda penelitian
–Memilih & menetapkan teknik penarikan sampel
–Memilih dan/atau menyiapkan & memvalidasi instrumen penelitian untuk pengumpulan data
Ciri-ciri pustaka yang ditelaah

•Mutakhir (ada kekecualian untuk bidang tertentu)
•Harus yang objektif & tidak bias (hati-hati terutama mengenai politik)
•Gayut dengan penelitian yang diajukan
•Orisinal, data/fakta harus sahih & andal
•Jumlah tidak terlalu sedikit atau terlalu banyak (memadai)

Jumat, Juli 02, 2010

JENIS-JENIS INFORMASI ILMIAH

1. Sumber Informasi Primer

Status suatu perpustakaan/pusat informasi secara dominan menentukan jenis-jenis informasi yang dikelolanya, terutama yang berkaitan langsung dengan kebutuhan informasi penggunannya. Perpustakaan perguruan tinggi sesuai dengan sifat dan kapasitas pelayanan serta kebutuhan penggunannya lebih banyak mengembangkan sumber informasi yang berupa buku, terutama buku teks. Perpustakaan khusus semacam perpustakaan balai penelitian dan balai pengkajian, demikian juga PUSTAKA lebih fokus mengembangkan sumber informasi yang berupa jurnal ilmiah sesuai kebutuhan utama informasi para peneliti, pengkaji, dan pembuat kebijaksanaan.

Berbeda daripada buku, jurnal ilmiah memuat informasi ilmiah mutakhir, terutama hasil-hasil penelitian dan percobaan serta perkembangan dan kemajuan ilmu pengetahuan yang aktual. Kalaupun yang berupa buku, cenderung yang memuat uraian atau konsep-konsep ilmiah mutakhir hasil pembahasan dalam suatu simposium, seminar, workshop, kongres, pertemuan ilmiah. Sumber informasi ini berupa prosiding atau kumpulan makalah.
Dalam hal informasi ilmiah mutakhir yang dimuat dalam jurnal, PUSTAKA sebagai pusat informasi pertanian bagi peneliti dan pengkaji serta balai-balai penelitian dan pengkajian telah berupaya mengembangkan informasi baik dengan cara permintaan cuma-cuma, pertukaran literature, maupun pembelian/langganan. Hasil permintaan gratis berupa berbagai macam literatur yang sebagian besar terbitan Indonesia, sedangkan hasil pertukaran sebagian besar terbitan lembaga-lembaga penelitian institusi pertanian luar negeri. Jumlahnya mencapai lebih dari 200 judul.
2. Sumber Informasi Sekunder
Dalam pengertian perpustakaan / informasi yang dimaksud informasi sekunder adalah sekumpulan informasi berupa data bibliografis yang dikutip dari informasi primer dengan tujuan untuk mempermudah pencarian kembali (retriveral) dan penelusuran sejumlah informasi primer yang berupa artikel majalah atau buku-buku. Sumber informasi sekunder dapat berupa indeks, bibliografi, abstrak, daftar tambahan koleksi, atau katalog.
Permasalahan Penelusuran
Sarana dan sistem penelusuran semakin berkembang dengan terjadinya kemajuan teknologi di bidang informasi dan telekomunikasi. Sebagai contoh semakin beragamnya aplikasi penelusuran, berkembangnya penggunaan internet dan teknologi penyimpanan informasi pada perpustakaan atau lembaga informasi. Di Indonesia, walaupun baru sekitar 2 % penggunanya, keberadaan media internet sudah diterima oleh masyarakat dan menjadikannya pusat informasi yang dapat diakses dari manapun tanpa mengenal ruang dan waktu. Dalam teknologi penyimpanan informasi terlihat dari berkembangnya berbagai media informasi, seperti hardisk, disket, flashdisk, CD-ROM, DVD, Optical disc dan sebagainya.
sumber: http://ekakusmayadi.wordpress.com/e-learning/kiat-penelusuran/

Kamis, Juli 01, 2010

ABSTRAK


 
 Abstrak adalah representasi yang singkat dan tepat dari kandungan dokumen yang mencakup semua hal yang penting dari dokumen asli, dan biasanya mengikuti gaya dan susunan seperti pada dokumen asli. Tujuan abstrak adalah untuk menangkap isi dokumen yang esensial sehingga dalam waktu yang singkat pembaca dapat mengetahui informasi yang terkandung dalam dokumen. 
 
 Keringkasan (conciseness) dan keberartian (significance) merupakan dua konsep penting dalam pengabstrakan. Abstrak harus ditulis secara jelas, tepat, komprehensif, tidak terikat (independent) dan tidak dimaksudkan untuk memberikan kritik terhadap dokumen. Pembuatan abstrak dapat dilakukan oleh penulis (author) atau oleh pengabstrak (abstractor). Penulis merupakan orang yang paling mengetahui isi dokumen sehingga diharapkan dapat memilih bagian-bagian terpenting dalam dokumen yang harus dituangkan dalam abstrak. Adapun yang dapat bertindak sebagai pengabstrak adalah orang yang mempunyai pengetahuan yang memadai tentang subjek dokumen yang akan dibuatkan abstraknya dan memahami metode pembuatan abstrak. 
 
 
 Fungsi Abstrak

 Sebagai miniatur dokumen, abstrak berfungsi sebagai petunjuk kepada isi dokumen. Dengan membaca abstrak pembaca dapat mengetahui cakupan isi dokumen dalam waktu yang relatif singkat, sehingga ia dapat memutuskan apakah dokumen yang bersangkutan relevan atau tidak dengan yang diinginkan, dan dapat memutuskan apakah ia perlu atau tidak untuk membaca dokumen lengkapnya. Selain itu, abstrak memungkinkan pembaca untuk membaca literatur dalam jumlah yang besar. Hal ini sangat bermanfaat untuk menghindari terjadinya duplikasi dalam penelitian dan pengembangan. 
 
 Kesulitan dalam mengakses publikasi asing dan adanya kendala bahasa merupakan alasan bagi sebagian besar orang untuk mengabaikan publikasi berbahasa asing yang sesungguhnya merupakan bagian dari literatur yang harus dipertimbangkan dalam suatu subjek. Dalam hal ini layanan abstrak publikasi asing dapat menjadi titik akses untuk membantu mendapatkan informasi yang bersumber pada publikasi asing dengan relatif cepat dan mudah. Disamping itu, layanan abstrak publikasi asing juga dapat berfungsi untuk menjembatani kendala bahasa.
 
 Dalam sistem temu kembali informasi, abstrak berfungsi sebagai pintu masuk ke dalam dokumen. Kata atau istilah yang digunakan dalam abstrak dapat digunakan sebagai istilah pencarian yang relatif mudah difahami oleh pengguna atau pencari informasi dari pada istilah indeks yang dibuat berdasarkan bahasa terkendali seperti tesaurus. Hal ini sangat bermanfaat dalam pencarian menggunakan bahasa alamiah (natural language). 
 
 
Sifat Abstrak

Disamping karateristik representasi informasi secara umum yang telah disebutkan terdahulu, abstrak yang baik adalah abstrak yang mempunyai sifat-sifat sebagai berikut:
1. Ringkas: dinyatakan dengan kata atau kalimat yang ringkas dan terhindar dari ekspresi yang berlebihan (redundancy).
2. Jelas: menggunakan kata atau kalimat yang jelas dan terhindar dari arti ganda (ambiguity)
3. Tepat: menggunakan ekspresi yang tepat dan spesifik dalam menggambarkan isi dokumen.
4. Berdiri sendiri: deskripsi dari dokumen digambarkan secara lengkap dan dapat dimengerti sepenuhnya tanpa harus merujuk pada dokumen lain.
5. Objektif: terhindar dari interpretasi dan penilaian pribadi pengabstrak.


 Jenis Abstrak
 
 Secara garis besar abstrak dapat dibedakan menjadi 2 (dua) yaitu abstrak indikatif dan abstrak informatif. Abstrak indikatif berisi pernyataan umum yang menggambarkan tentang apa yang dibahas dalam suatu dokumen. Abstrak indikatif biasanya relatif lebih singkat, terdiri antara 50-100 kata. Abstrak informatif merupakan kondensasi informasi yang berisi tujuan, metode, data, hasil analisis, kesimpulan, dan rekomendasi yang terkandung dalam dokumen. Abstrak informatif biasanya terdiri antara 100-500 kata.
 
Selain abstrak indikatif dan informatif terdapat jenis abstrak indikatif-informatif yang merupakan gabungan dari abstrak indikatif dan informatif. Dalam hal ini bagian-bagian abstrak ditulis secara informatif akan tetapi pokok-pokok yang kurang penting disajikan secara indikatif. Abstrak jenis ini dapat memberikan informasi maksimum dengan panjang minimum.

Disamping abstrak terdapat beberapa jenis ringkasan dokumen yang lain, antara lain anotasi (annotation), ekstrak (extract), ringkasan (summary), singkatan (abridgement), dan sinopsis (synopsis). Pengertian masing-masing istilah tersebut adalah sebagai berikut:
1. Anotasi adalah catatan yang ditambahkan pada data bibliografi berupa penjelasan yang berkaitan dengan isi dokumen. 
2. Ekstrak adalah bentuk ringkasan dokumen yang terdiri dari satu atau beberapa bagian dari dokumen yang menonjol seperti hasil, kesimpulan, atau rekomendasi yang bertujuan untuk mengidentifikasi isu utama yang tercakup dalam dokumen.
3. Ringkasan adalah pernyataan mengenai dokumen yang berisi temuan dan kesimpulan yang menonjol dengan tujuan untuk memberikan orientasi pada ide yang signifikan yang terdapat dalam dokumen yang bersangkutan.
4. Singkatan adalah kondensasi dokumen yang berisi gagasan utama yang terdapat dalam dokumen dengan mengabaikan gagasan-gagasan sekunder.
5. Sinopsis adalah ikhtisar yang diberikan oleh pengarang mengenai suatu pekerjaan.

Dalam beberapa basis data, setiap elemen data baik yang merupakan deskripsi fisik maupun deskripsi isi dinyatakan dalam tag yang menunjukkan ruas (field). Sebagai ilustrasi di bawah ini diberikan contoh representasi dokumen dalam format input (Gambar x) dan format output (Gambar y) pada basis data INIS.



INDEKS

Indeks

 Dalam matematika, indeks merupakan notasi yang menunjuk pada unsur tertentu dalam suatu susunan unsur-unsur. Secara umum indeks adalah petunjuk yang sistematik kepada satuan-satuan yang terkandung di dalam, atau konsep yang diturunkan dari koleksi entitas atau basis data. Disamping itu, dalam pengertian praktis indeks juga dapat didefinisikan sebagai daftar referensi secara alfabetis yang biasanya terdapat pada bagian akhir sebuah buku. Dalam ilmu perpustakaan indeks mempunyai arti yang luas, yang secara umum dapat diartikan sebagai catatan mengenai nilai-nilai dari berbagai atribut yang diharapkan dapat digunakan sebagai dasar pencarian informasi. Apabila atribut yang dimaksud adalah subjek maka bentuk catatan tersebut adalah indeks subjek, dan apabila atribut yang dimaksud adalah pengarang maka bentuk catatan tersebut adalah indeks pengarang. Secara tradisional, sebagian besar upaya pengindeksan merupakan pengindeksan subjek. 
 
 Dalam Harrod’s Librarian’s Glossary and Reference Book istilah indeks (index term) didefinisikan sebagai bahasa yang digunakan dalam indeks subjek yang merupakan bagian dari sistem temu kembali informasi, terdiri dari susunan istilah yang alphabetis atau variasi dari istilah tersebut. Dalam sistem temu kembali informasi, dokumen dinyatakan dalam himpunan istilah indeks dengan hubungan semantik antar istilah. Sebagai representasi dokumen indeks diharapkan dapat menggambarkan informasi yang terkandung dalam dokumen sehingga dokumen yang diindeks dapat ditemukan melalui istilah indeks yang dipergunakan.
 

Fungsi Indeks 

Indeks mempunyai 3 (tiga) tujuan utama yaitu:
1. Memberikan kemudahan dalam menemukan dokumen berdasarkan subjek;
2. Mengidentifikasi topik suatu dokumen sehingga dapat dihubungkan dengan dokumen lain;
3. Memprediksi relevansi suatu dokumen dengan kebutuhan informasi tertentu.


Sifat indeks

Selain karakteristik representasi informasi seperti yang telah dikemukakan pada bagian terdahulu, menurut Rowley (1995) indeks mempunyai sifat sebagai berikut: 
1. Spesifisitas (specificity): indeks harus merupakan istilah spesifik yang berkaitan dengan subjek dokumen.
2. Mendalam (exhaustivity): indeks yang diberikan pada suatu dokumen harus didasarkan pada analisis subjek yang mendalam.
3. Terhindar dari kesalahan (error): indeks yang diberikan pada suatu dokumen harus terhindar dari kesalahan interpretasi dan intervensi manusia.


Jenis Indeks

Terdapat beberapa jenis indeks subjek. Salah satu jenis indeks yang paling mudah dalam proses pembuatannya adalah indeks KWIC (Keyword In Context). Indeks KWIC adalah indeks yang secara langsung diturunkan dari kata kunci (keyword) yang terdapat dalam judul dokumen dengan susunan seperti aslinya. Kata kunci adalah kata-kata yang digunakan dalam penulisan dokumen dan dianggap mempunyai arti penting.  
Indeks KWIC dibuat dengan membuang semua kata yang tidak mempunyai arti (stop word) yang terdapat dalam judul dokumen. Kata-kata yang tertinggal adalah kata-kata kunci yang tersusun sesuai dengan susunan dalam judul aslinya. Format indek KWIC sangat terbatas, hanya satu baris dengan jumlah karakter tertentu. Judul yang panjang akan dipotong sesuai dengan jumlah karakter yang dapat ditampung dalam baris tersebut. Indeks yang yang ditampilkan dapat berupa bagian kata kunci pada bagian kiri, bagian tengah, atau bagian kanan dari susunan kata-kata kunci yang dihasilkan. Kelemahan indeks KWIC adalah kemungkinan besar indeks KWIC terlihat sangat aneh dan membingungkan bagi pengguna sehingga tidak banyak bermanfaat secara praktis.  

Perkembangan dari indek KWIC adalah indek KWOC (Keyword Out of Context). Kata-kata kunci yang menyusun indeks KWOC sama dengan indeks KWIC, perbedaan hanya terletak pada susunan dan tampilannya. Setiap kata kunci yang diekstrak dari judul disusun sebagai tajuk dan di bawah masing-masing tajuk tersebut diberikan judul lengkap dan referensi sumbernya. Dalam hal ini tidak ada pembatasan ruang untuk setiap cantuman (entry). Kelemahan indeks KWOC adalah kemungkinan besar terdapat tajuk yang berupa kata-kata yang kurang berkualitas seperti kata sifat.

Disamping jenis-jenis indeks tersebut di atas, terdapat satu jenis indeks yang relatif lebih rumit dalam pembuatannya yaitu yang disebut sebagai deskriptor. Deskriptor yaitu istilah indeks yang berupa istilah-istilah standard atau biasa disebut sebagai kosa kata terkendali (controlled vocabulary). Dalam penentuan deskriptor, kata-kata kunci yang diekstrak dari dokumen ditranslasikan ke dalam istilah-istilah atau kosa kata standard yang terdapat dalam bahasa indeks alfabetis seperti tesaurus atau skema klasifikasi.




PROPOSAL PENDIDIKAN PEMAKAI

Perpustakaan merupakan salah satu lembaga yang menyediakan , mengelola dan melayankan informasi. Dengan perannya ini, perpustakaan perlu didukung oleh sistem pengelolaan yang baik. Pendidikan pemakai adalah salah satu jenis kegiatan perpustakaan yang diberikan oleh staf perpustakaan untuk mengajarkan kepada pemakainya tentang penggunaan perpustakaan beserta koleksi dan fasilitas lainnya.

Instruksi bibliografi merupakan suatu bentuk bimbingan pemakai bagi mahasiswa semester akhir, para peneliti dan dosen. Program ini berkaitan dengan penggunaan sumber daya perpustakaan untuk menjawab permintaan informasi. Kepada pemakai diperkenalkan sumber-sumber informasi dalam berbagai subyek.
Instruksi bibliografi bertujuan:

• Mengenal bahan atau karya referens 
• Memperagakan penggunaan majalah indeks
• Memberikan keterangan mengenai katalog 
• Membantu menentukan tajuk subjek
• Menggunakan alat-alat bantu bibliogarafi lainnya.
Metode yang diapakai dalam penyampaian materi yang diajarkan yaitu:
• Presentasi
• Peragaan penelusuran
• Tanya jawab
• Kuis

Sarana yang disediakan untuk menunjang pelaksanaan instruksi bibliografi adalah:
• Ruang pertemuan/laboratorium komputer
• Peralatan ; komputer, projektor dan pengeras suara
• Bahan perpustakaan rujukan atau referens dari berbagai disiplin ilmu
• Brosur dan buku panduan penelusuran

Persiapan yang dilakukan sebelum diadakan kegiatan instruksi bibliografi adalah sebagai berikut:

• Penysusuan jadwal, yaitu jadwal pelaksanaan dan jadwal tutorial.
• Penyusunan bahan/materi yang akan disampaikan.
• Pencarian sponsorship.
• Menyusun uraian tugas dan tata tertib.
• Publikasi dan Promosi






Jumat, Juni 18, 2010

INTERGOVERNMENTAL PANEL ON CLIMATE CHANGE (IPCC)

PROFIL IPCC

Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) atau "Panel Antarpemerintah Tentang Perubahan Iklim" adalah suatu panel ilmiah yang terdiri dari para ilmuwan dari seluruh dunia. IPCC didirikan pada tahun 1988 oleh dua organisasi PBB, World Meteorological Organization (WMO) dan United Nations Environment Programme (UNEP) untuk mengevaluasi risiko perubahan iklim akibat aktivitas manusia, dengan meneliti semua aspek berdasarkan pada literatur teknis/ilmiah yang telah dikaji dan dipublikasikan[1]. Panel ini terbuka untuk semua anggota WMO dan UNEP.
Laporan-laporan dari IPCC sering dikutip dalam setiap perdebatan yang berhubungan dengan perubahan iklim.[2][3] Badan-badan nasional dan internasional yang terkait dengan perubahan iklim menganggap panel iklim PBB ini sebagai layak dipercaya[4].
Pada 12 Oktober 2007, IPCC diumumkan sebagai pemenang anugerah Penghargaan Perdamaian Nobel bersama dengan Al Gore "untuk usaha mereka dalam membangun dan menyebar luaskan pengetahuan mengenai perubahan iklim yang disebabkan manusia serta dalam merintis langkah-langkah yang diperlukan untuk melawan perubahan tersebut."

UNITED NATIONS POPULATION FUND (UNFPA)

PROFIL UNFPA

United Nations Population Fund (UNFPA) memulai operasinya tahun 1969 sebagai United Nations Fund for Population Activities (namanya berubah tahun 1987) dibawah administrasi United Nations Development Fund.[1] Tahun 1971 badan ini ditempatkan dibawah otoritas Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa.[2][3][4]
UNFPA mendukung program di empat wilayah, negara Arab dan Eropa, Asia dan Pasifik, Amerika Latin dan Karibia, dan Afrika sub-Sahara. Mereka bekerja di lebih dari 140 negara, teritori dan wilayah. Sekitar tiga perempat staf bekerja di lapangan.
Beberapa tugas UNFPA melibatkan penyediaan suplai dan layanan untuk merawat kesehatan. Mereka juga mendorong partisipasi pemuda dan wanita untuk membantu mengembangkan masyarakat mereka yang terkena dampak dari kesehatan yang buruk yang meluas ke berbagai sektor seperti pencegahan penyakit kelamin termasuk HIV/AIDS.
UNFPA bekerja atas kerjasama dengan badan PBB, pemerintah dan komunitas lainnya. Bekerjasama, badan ini meningkatkan kewaspadaan dan mengelola dukungan dan sumber daya yang dibutuhkan untuk mencapai Millennium Development Goals.

INTERNATIONAL LABOUR ORGANISATION (ILO)

PROFIL ILO

1. Sejarah ILO

ILO didirikan tahun 1919, sebagai bagian dari Perjanjian Versailles yang mengakhiri Perang Dunia I, untuk mencerminkan keyakinan bahwa perdamaian universal dan abadi hanya bisa dicapai jika didasarkan pada keadilan sosial.
The Constitution was drafted between January and April, 1919, by the Labour Commission set up by the Peace Conference, which first met in Paris and then in Versailles.Konstitusi itu disusun antara bulan Januari dan April, 1919, oleh Komisi Perburuhan dibentuk oleh Konferensi Perdamaian, yang pertama kali bertemu di Paris dan kemudian di Versailles. The Commission, chaired by Samuel Gompers, head of the American Federation of Labour (AFL) in the United States, was composed of representatives from nine countries: Belgium, Cuba, Czechoslovakia, France, Italy, Japan, Poland, the United Kingdom and the United States. Komisi, dipimpin oleh Samuel Gompers, kepala Federasi Buruh Amerika (AFL) di Amerika Serikat, terdiri dari wakil-wakil dari sembilan negara: Belgia, Kuba, Cekoslovakia, Perancis, Italia, Jepang, Polandia, Britania Raya dan Amerika Serikat. It resulted in a tripartite organization, the only one of its kind bringing together representatives of governments, employers and workers in its executive bodies. Ini menghasilkan sebuah organisasi tripartit, satu-satunya yang menggabungkan wakil pemerintah, pengusaha dan pekerja dalam tubuh eksekutif.
ILO terletak di Jenewa 1920 dengan Perancis Albert Thomas sebagai Direktur pertama dari Kantor Perburuhan Internasional, yang merupakan Sekretariat permanen Organisasi. Under his strong impetus, 16 International Labour Conventions and 18 Recommendations were adopted in less than two years. Di bawah dorongan kuat, 16 Buruh Internasional Konvensi dan Rekomendasi 18 diadopsi dalam waktu kurang dari dua tahun.

2. Misi dan Tujuan ILO

Sebagai lembaga tripartit hanya dunia multilateral, ILO didedikasikan untuk membawa pekerjaan yang layak dan mata pencaharian, keamanan negara yang berkaitan dengan pekerjaan dan standar hidup yang lebih baik kepada orang-orang baik miskin dan kaya. It helps to attain those goals by promoting rights at work, encouraging opportunities for decent employment, enhancing social protection and strengthening dialogue on work-related issues. Ini membantu untuk mencapai tujuan-tujuan dengan mempromosikan hak-hak di tempat kerja, mendorong lapangan kerja yang layak, meningkatkan perlindungan sosial serta memperkuat dialog tentang isu-isu yang terkait dengan pekerjaan.

3. Kegiatan ILO

Membentuk agenda ILO: Pekerjaan yang Layak: Policy Integration Kebijakan Integrasi
Shaping the ILO agenda: Pembentukan agenda ILO: Gender equality Kesetaraan gender
Expanding knowledge: Memperluas pengetahuan: Statistics Statistika
Expanding knowledge: Memperluas pengetahuan: International Institute for Labour Studies Institut Internasional untuk Studi Perburuhan
Expanding knowledge: Memperluas pengetahuan: International Training Centre of the ILO, Turin Pusat Pelatihan Internasional ILO, Turin
Improving awareness of ILO perspectives: Meningkatkan kesadaran perspektif ILO: External relations and partnerships Eksternal hubungan dan kemitraan
Improving awareness of ILO perspectives: Meningkatkan kesadaran perspektif ILO: Communications Komunikasi

Selasa, April 20, 2010

Organisasi

Pengertian Organisasi:

Organisasi dalam arti badan adalah sekelompok orang yang bekerja sama untuk mencapai suatu atau beberapa tujuan tertentu

Organisasi dalam arti bagan atau struktur adalah gambaran secara skematis tentang hubungan-hubungan, kerja sama dari orang-orang yang terdapat dalam rangka usaha mencapai tujuan bersama.

Tiga ciri dari suatu organisasi


a.Adanya sekelompok orang
b.Antar hubungan terjadi dalam suatu kerja sama yang harmonis, Kerja sama didasarkan atas hak, kewajiban, dan tanggung jawab masing-masing orang untuk mencapai tujuan

Bentuk-bentuk Organisasi

Menurut pola hubungan kerja, serta lalulintas wewenang dan tanggungjawab maka bentuk organisasi dapat dibedakan atas:
1. Bentuk Organisasi Garis
2. Bentuk Organisasi Fungsional
3. Bentuk Organisasi Garis dan Staf
4. Bentuk Organisasi Fungsional dan Staf

Selasa, April 13, 2010

Musuh-musuh dan Proses Kerusakan Bahan Pustaka

Faktor Perusak Kertas

Faktor Fisika

1. Cahaya
2. Suhu dan Kelembaban Udara
3. Partikel debu yang terdapat dalam udara

Faktor Kimia

1. Zat Kimia yang berada di dalam kertas
2. Polusi udara
3. Tinta

Faktor Biota

1. Jamur / Fungi
2. Serangga : kecoa, ikan perak (silverfish), rayap, kutu buku (book lice), ngengat (moths), kepinding (bedbuds), kumbang, binatang pengerat (tikus)

Faktor Bencana Alam / Musibah

1. Api / kebakaran
2. Air / banjir
3. Perang
4. Pencurian

Faktor Kecerobohan Manusia (penggunaan dan penanganan yang salah)

1. Perpindahan atau transit
2. Pembaca dan fasilitas pembaca
3. Reproduksi bahan pustaka dan arsip
4. Pameran
5. Pembatasan penggunaan
6. Penyimpanan

Rabu, April 07, 2010

ADMINISTRASI PUBLIK DI TINJAU DARI SEGI SISTEM PENDEKATAN HOLISTIK

Untuk mempelajari fenomena administrasi negara, terdapat berbagai pendekatan, antara lain:

1.Pendekatan yang sistematis dilakukan melalui hukum. Dengan pendekatan ini maka organisasi kewenangan negara harus didasarkan atas peraturan perundang-undangan. Demikian pula bentuk-bentuk tindakannya dan pembatasan kekuasaannya harus didasarkan atas peraturan hukum yang berlaku.

2.Pendekatan yang berdasarkan gerakan manajemen ilmiah (scientific management movement). Pendekatan ini terutama berhubungan dengan sifat lembaga-lembaga adminstratif yang dipandang sebagai wahana manajemen yang menggambarkan kriterianya untuk mencapai efisiensi (efficiency).

3.Pendekatan atas dasar historis dan biografis, yang menyoroti tentang perkembangan sistem administrasi dan kecenderungan dalam pemikiran administrasi. Berdasarkan landasan historis dari sistem administrasi ini, maka jelaslah bentuk-bentuk kelembagaan dan hubungannya, dengan kewenangan dan metode operasionalnya, serta dengan sarana pengawasan eksternnya.

4.Pendekatan Perilaku administrasi, yang menyoroti banyaknya struktur sosial pada lembaga – lembaga kenegaraaan. Pendekatan ini telah memberikan kontribusi yang berharga terhadap pemerintah dan pegawai pemerintah untuk memperoleh pengertiannya mengapa mereka harus bersikap dan bertindak. Semua pendekatan ini sangat relevan karena dari mereka timbul kesadaran dan pengertiannya.

ada beberapa pendekatan untuk mengidentifikasi organisasi publik (Menurut Caiden,1987), yaitu:
1.Organisasi publik sebenarnya identik dengan administrasi pemerintahan.
2.Dengan melukiskan bahwa identifikasi organisasi publik didasarkan pada peraturan negara, dibiayai oleh keungan negara, dan dioperasionalisasikan aparat yang mempunyai jenjang karier tertentu.3.Sifat-sifat administrasi organisasi publik berorientasi pada publik.
4.Melihat administrasi negara yang berbentuk organisasi publik memiliki ciri khusus dalam melaksanakan kebijakan publik, seperti kontrol politik, akuntabilitas, pemakaian birokrasi pemerintahan, pembuatan kebijakan pemerintah dan penegakan hukum yang berbeda yang dilakukan oleh swasta.
5.Memfokuskan pada sifat demokratisasi hubungan sosial.

Assalamu'alaikum. Wr.Wb.

Waktu akan dipertanggungjawabkan

Frofilku

Foto saya
Palembang, Indonesia
MOTTO: "Hidup Adalah Perjuangan"

Total Tayangan Halaman

Entri Populer