Minggu, Januari 03, 2010
SMART Board (Papan tulis pintar )
Dalam perkembangannya, perangkat eBeam generasi pertama tidak begitu banyak dikenal karena harganya yang terlalu mahal dan penggunaannya yang tidak bersahabat sehingga menjadi penghambat. Sebuah perusahaan Indonesia, Sahitel, belum lama ini memperkenalkan papan tulis pintar yang disebut Sahiboard yang mengintegrasikan proyektor digital dan komputer untuk memperluas aktivitas belajar-mengajar.
Papan tulis elektronik Sahiboard sebenarnya merupakan produk Original Equipment Manufacturing buatan China. Produk sejenis dibuat Julong Educational Technology Co Ltd yang menyebut produknya sebagai IP Board Interactive Whiteboard.
Sahiboard memiliki beberapa ukuran, mulai dari 73 inci (diagonal 185,4,5 cm), 77 inci (195,5 cm), 85 inci (215,9 cm), serta 100 inci (254 cm). Sahiboard bisa berfungsi sebagai papan whiteboard dan ketika terhubung dengan komputer dan proyektor digital menjadi whiteboard interaktif yang mengendalikan jalannya komputer.
Menggunakan teknologi yang disebut electromagnetic sensing, Sahiboard bisa langsung mengendalikan aplikasi komputer langsung di atasnya, atau digunakan untuk menulis atau menggambar di atas permukaannya, serta mampu memberikan catatan di atas aplikasi komputer yang sedang digunakan. Catatan ini kemudian bisa disimpan, dicetak, serta didistribusikan pada saat proses belajar-mengajar selesai.
Ada dua cara menghubungkan Sahiboard ini dengan komputer, menggunakan kabel USB ke serial atau koneksi serial nirkabel. Koneksi nirkabel bereaksi lebih lambat dibandingkan menggunakan kabel USB, tapi memberikan keuntungan tak ada kabel yang melintang dan bisa mengganggu guru atau pelatih yang sedang memberikan pelajaran.
Sensor elektromagnetis berfungsi bersamaan dengan penggunaan alat bantu tulis (mirip seperti stylus pada perangkat PDA) yang digerakkan oleh baterai dan perlu dikalibrasi untuk menyesuaikan dengan tayangan layar komputer yang diproyeksikan. Papan cerdas Sahiboard diharapkan bisa meningkatkan interaktivitas, efisiensi, serta menghemat waktu, baik dalam proses belajar-mengajar atau dalam sebuah pertemuan rapat perusahaan.
Banyak fungsi
Cara penggunaan Sahiboard mudah serta memiliki beberapa kemampuan dan fungsi, seperti fungsi mouse, kemampuan untuk menulis dalam format pen, kemampuan untuk menggambar di atas papan membentuk lingkaran, segitiga, dan lainnya, fungsi pembesaran, berkomunikasi jarak jauh menggunakan jaringan internet, serta fungsi-fungsi lainnya.
Masalahnya, komunikasi untuk menjadikan Sahiboard sebagai medium pengantar konferensi video jarak jauh menggunakan aplikasi Netmeeting yang tersedia pada sistem operasi Windows. Aplikasi ini membutuhkan bandwith yang besar agar para peserta konferensi video jarak jauh bisa nyaman mengikuti presentasi.
Persoalan lain yang juga mengganggu dalam penggunaan Sahiboard adalah pola penyimpanan serta pencetakan catatan- catatan yang dibuat di atas aplikasi yang sedang digunakan, dilakukan menggunakan format PNG, JPG, BMP, atau HTML. Sering kali, ketika dicoba Kompas, hasil tulisan di atas tayangan aplikasi PowerPoint yang tersimpan dalam format BMP mengurangi ketajaman menyebabkan tulisan menjadi sulit dibaca.
Terlepas persoalan ini, papan tulis cerdas Sahiboard merupakan bagian dari perkembangan pesat interactive electronic whiteboard yang memberikan peluang untuk mendorong terjadi interaksi dan kolaborasi dalam proses belajar-mengajar. Kombinasi tayangan yang besar serta kualitas interaktif yang membaik serta konvergensi teknologi yang luas menjadikan Sahiboard sebagai perangkat belajar-mengajar yang berharga. (rlp)
SMART BOARD , yaitu papan tulis interaktif yang membuat belajar di kelas lebih lancar dan menyenangkan. SMART Board memberikan tampilan komputer lewat proyektor. Jika papan biasa tak terpengaruh bila layar disentuh atau dicoret-coret, SMART white board menerima itu semua sebagai input.
Komponen utamanya ada tiga , yaitu komputer, proyektor dan papan tulis, setiap komponen terhubung dengan USB, serial data , ataupun wireles. Mekanisme kerjnya cukup simpel, jika tombol start disentuh , SMART Board langsung meng-convertnya sebagai input pada komputer. Teknologi ini disebut DviT ( digital vision touch ), teknologi ini membuat tangan layaknya mouse. Jadi bis langsung mendobel click, pointing, dan men-drag objek langsung di layar, jadi tak perlu lagi asisten dalam sebuah presentasi.
http://images.google.co.id/imgres?imgurl=http://amirwahab.files.wordpress.com/
Pengembangan Perpustakaan Bebasis Teknologi Informasi (TI)
Perpustakaan adalah institusi pengelola koleksi karya tulis, karya cetak, dan/atau karya rekam secara professional dengan system yang baku guna memenuhi kebutuhan pendidikan, penelitian, pelestarian informasi, dan rekreasi para pemustaka (UU No. 43, 2007: Bab I).
Perkembangan perpustakaan berjalan dengan perkembangan peradaban dan budaya umat manusia. Perpustakaan merupakan mata rantai sejarah umat manusia yang dapat ditulis atau dibukukan, direkam, dan diabadikan atau disimpan di perpustakaan. Perpustakaan merupakan sumber ilmu pengetahuan, sumber inspirasi, sumber inovasi, dan sumber referensi (Sutarno, 2004: ? ).
Perpustakaan dalam segala bentuk dan jenisnya merupakan institusi yang bersifat ilmiah, informatif dan edukatif. Sehingga semua kegiatannya mengandung nilai dan unsure pembelajaran, penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan yang berorientasi pada pencerahan dan menambah wawasan bagi penggunanya (Suwarno, 2007: 36).
Teknologi informasi adalah seperangkat alat yang membantu anda bekerja dengan informasi dan melakukan tugas-tugas yang berhubungan dengan pemrosesan informasi. Teknologi informasi adalah teknologi komputer yang digunakan untuk memproses, menyimpan informasi dan mengirimkan informasi.
Penerapan teknologi informasi (TI) di perpustakaan merupakan wujud dari suatu perubahan layanan, yang mendorong melakukan modernisasi pelayanan dan penerapan TI dalam aktivitas kesehariannya. Penerapan TI sudah menjadi ukuran untuk mengetahui tingkat kemajuan dari perpustakaan, bukan lagi pada besarnya gedung yang dipakai, banyaknya rak buku, atau berjubelnya pengguna. Tetapi dilihat dari semakin canggih dan otomastis kinerja perpustakaan. Sebab dengan TI akan lebih banyak yang dikerjakan dan dilayani.
Pengembangan TI diperpustakaan difungsikan untuk mengidentifikasi, mengumpulkan, dan mengelola data, serta menyediakannya menjadi informasi yang berguna bagi masyarakat dalam kemasan digital yang fleksibel dan mudah dimanfaatkan. Layanan perpustakaan dilakukan secara prima dan berorientasi bagi kepentingan pemustaka.
Setiap perpustakaan mengembangkan layanan perpustakaan sesuai dengan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi (UU No. 43, 2007: Bab V). Untuk mendukung terwujudnya layanan prima, ada beberapa langkah yang harus dilakukan perpustakaan, yaitu: modernisasi fasilitas perpustakaan; pembangunan koleksi yang kuat sesuai tuntutan kurikulum dan pemakai; penataan system layanan yang cepat, mudah dan aman; serta penataan kondisi fisik perpustakaan ( Media Pustakawan Vol. 14, 2007: 30).
Manfaat penggunaan teknologi informasi dalam perpustakaan yaitu: meningkatkan kualitas layanan, memberikan kemudahan dalam pengambilan keputusan dan pengembangan otomasi perpustakaan (Supriyanto dan Muhsin, 2008: 24).
Otomasi perpustakaan (library outomation) adalah seperangkat aplikasi komputer untuk kegiatan di perpustakaan yang terutama bercirikan penggunaan pangkalan data ukuran besar, dengan kandungan cantuman tekstual yang dominan, dengan fasilitas utama dalam menyimpan, menemukan, dan menyajikan informasi (Pendit, 2008: 222).
Kemajuan Ti akan memberikan manfaat bagi otomasi perpustakaan, yaitu: mengefisiensikan dan mempermudah pekerjaan; memberikan layanan yang lebih baik kepada pengguna; meningkatkan citra perpustakaan dan mengembangkan infrastruktur (Supriyanto dan Muhsin, 2008: 37).
Berkat teknologi perkembangan teknologi informasi kini telah berkembang perpustakaan digital (digital library), perpustakaan maya, layanan terpasang (online), dan akses informasi melalui internet, yang memungkinkan orang memperoleh banyak kemudahan. Sementara teknologi telekomunikasi akan dapat mengatasi jarak dan waktu baik dalam berkomunikasi, mengakses maupun memperoleh informasi secara lebih cepat dan tepat. Aplikasi teknologi informasi untuk perpustakaan harus sesuai dengan kebutuhan, dikelola oleh tenaga profesional dan dimanfaatkan secara optimal (Sutarno, 2006: 277-278).
Perpustakaan mengembangkan konsep berbagi informasi dengan tujuan untuk memaksimalkan fungsi-fungsi layanan perpustakaan, antara lain menambah sumber informasi yang tersedia; menambah aksesbilitas sumber informasi; mengurangi biaya operasional dan meningkatkan penyerapan sumber informasi (Yusuf, 2009: 396).
MINAT BACA
Perpustakaan wajib mendukung dalam memasyarakatkan gerakan nasional gemar membaca melalui penyediaan karya tulis, karya cetak, dan karya rekam (UU RI. No. 43, 2007)
Minat baca dalam masyarakat kita mulai merangkak meskipun belum mencapai tahapan yang signifikan. Minat itu perlu ditumbuhkembangkan terus menerus untuk mencapai masyarakat yang cerdas secara religi, intelektual, sosial, dan ekonomi. Sebab membaca merupakan pintu gerbang informasi, ilmu pengetahuan dan pendukung kecerdasan bangsa. Dengan membaca sejumlah literature, siskusi, dan mengikuti pertemuan ilmiah, seseorang mampu mengasah otak, memperoleh wawasan, dan meningkatkan ilmu pengetahuan. (Lasa HS. 2009)
Perpustakaan memberikan jasa layanan pemanfaatan segala koleksi yang dimiliki kepada segenap anggota masyarakat yang membutuhkannya. Jenis-jenis koleksi yang dimaksud dapat dikelompokkan kedalam dua kategori utama yang meliputi bahan berupa buku dan bahan bukan buku (Yusup, 2009: 401)
Di negara berkembang, masayarakat masih bergulat dengan kesulitan ekonomi sehingga kebutuhan yang mendesak ialah pangan, pakaian, dan papan. Dengan demikian, kebutuhan cultural dirasakan sebagai kebutuhan yang kurang mendesak sehingga membaca masih dirasakan sebagai membuang waktu belaka (Suwarno, 2007: 31).
DAFTAR PUSTAKA
1. Sutarno NS. Manajemen Perpustakaan: Suatu Pendekatan Terpadu. Jakarta: Semitra Media Utama, 2004.
2. Indonesia. Undang-Undang Republik Indonesia No. 43 Tahun 2007 Tentang Perpustakaan. Perpustakaan Nasional RI, 2007.
3. Lasa HS. Peran Perpustakaan dan Penulis Dalam Meningkatkan Minat Baca Masyarakat. Jakarta Perpustakaan Nasional RI. Visipustaka:Majalah Perpustakaan: Vol. 11 No.2, Agustus 2009:6
4. Yusuf, Pawit M. Ilmu Informasi, Komunikasi, dan Kepustakawanan. Jakarta: Bumi Aksara, 2009.
5. Suwarno, Wiji. Dasar-Dasar Ilmu Perpustakaan: Sebuah Pendekatan Terpadu. Yogyakarta: Ar-Ruzz, 2007.
Selasa, Desember 01, 2009
Strategi Pemasaran Dengan Konsep AIDA (Aware, Interest, Desire dan Action)
Perpustakaan adalah ruang atau tempat yang menyediakan berbagai koleksi yang disediakan untuk penggunanya. Perpustakaan pada umumnya merupakan suatu lembaga layanan sosial yang mampu memberikan sesuatu yang berguna bagi masyarakat. Sesuatu itu berupa informasi, pendidikan, rekreasi , penelitian dan pengembangan budaya. Oleh karena itu diperlukan suatu upaya mensosialisasikan atau memasyarakatkan atas keberadaan dan kegunaan perpustakaan.
Strategi AIDA (Aware, Interest, Desire dan Action) dapat diterapkan dalam upaya Promosi dan publikasi perpustakaan supaya pengguna dapat mengenal, memahami dam memanfaatkan informasi yang dibutuhkan.
AWARE
Langkah pertama tentunya harus menyadari, tahu (aware) akan keberadaan Perpustakaan Unika Atma Jaya. Pengguna menyadari bahwa Unika Atma Jaya merupakan lembaga pendidikan yang mempunyai beberapa fakultas dan jurusan. Unika Atma Jaya membuka program sarjana strata satu (S1), pascasarjana (S2) dan Doktor. Dengan demikian pasti ada Perpustakaan untuk menunjang proses belajar dan mengajar tersebut. Pengguna sadar, tahu (aware) akan keberadaan Perpustakaan Unika Atma Jaya.
INTEREST
Setelah menyadari keberadaan Perpustakaan Unika Atma Jaya, pengguna akan berusaha mencari tahu segala sesuatu supaya keinginannya terpenuhi. Supaya paham, tertarik, menarik perhatian (interest) maka Perpustakaan Unika Atma Jaya memerlukan promosi atau publikasi yang akan menyadarkan pengguna, bahwa informasi yang dibutuhkan ada di Perpustakaan Unika Atma Jaya. Publikasi yang dilakukan antara lain:
1. Media cetak seperti penyebaran brosur, bulletin, spanduk dan lain-lain.
2. Media elektronik seperti membuat situs (homepage) yaitu AtmaLib.
3. Membuat film dokumenter tentang Perpustakaan.
4. Mengadakan berbagai kegiatan yang melibatkan keikutsertaan masyarakat, misalnya pameran dan perlombaan.
5. Mengadakan seminar ilmiah, diskusi, bedah buku dan lain-lain.
6. Memberikan hadiah buku atau menyumbangkan buku kepada pemakai perpustakaan.
DESIRE
Dengan adanya publikasi seperti di atas, sehingga menimbulkan hasrat, keinginan (desire) pengguna untuk datang ke Perpustakaan Unika Atma Jaya. Misalnya melalui atmaLib pengguna dapat mencari (search) informasi yang mereka inginkan secara online. Begitu juga dengan brosur dan bulletin atmaLib, pengguna dapat mengetahui koleksi dan fasilitas apa saja yang dapat mereka manfaatkan.
ACTION
Setelah pengguna menginginkan informasi yang ada di Perpustakaan Unika Atma Jaya, tentunya akan berusaha supaya informasi tersebut mereka dapatkan. Pengguna akan datang sendiri atau hanya berkomunikasi melalui media yang ada. Pengguna yang datang ke Perpustakaan, tentunya akan mendapatkan pelayanan yang baik dan sesui dengan yang diinginkan. Dengan datang dan melihat langsung koleksi yang ada, pengguna akan melakukan tindakan (action) dengan cara mencatat, memfotokopi atau hanya berkonsultasi dengan pustakawan tentang informasi yang dibutuhkan.
Kesimpulan:
Proses mencari sampai mendapatkan informasi di Perpustakaan merupakan contoh dari strategi atau konsep AIDA. Yaitu:
1. memahami atau menyadari sesuatu (aware) yaitu keberadaan Perpustakaan.
2. Kemudian memahami dan tertarik (interest) akan koleksi atau informasi yang ada.
3. lalu menginginkan, ada hasrat (desire) untuk melihat langsung koleksi.
4. Setelah ada keinginan untuk mendapatkan informasi yang dicari, maka pengguna datang ke Perpustakaan untuk melakukan tindakan (action) dengan cara meminjam, mencatat atau memfotokopi koleksi yang diinginkan.
Senin, November 23, 2009
Kerjasama Jaringan Perpustakaan
Pengertian kerjasama antarperpustakaan adalah kerjasama yang melibatkan dua perpustakaan atau lebih. Disamping konsep kerjasama berkembang pula konsep jaringan (network) dimana selain melibatkan perpustakaan juga melibatkan organisasi lain yang berkecimpung dalam bidang-bidang informasi seperti pusat informasi, pusat dokumentasi, clearing house, pusat rujukan,pusat analisa informasi dan lain-lain (Sulystio-Basuki, 1992).
Bentuk kerjasama
Bentuk kerjasama perpustakaan yang lazim dilakukan antara lain adalah:
Kerjasama pengadaan
Kerjasama ini dilakukan oleh beberapa perpustakaan saling bekerjasama dalam pengadaan bahan pustaka (buku). Masing-masing perpustakaan bertanggungjawab atas kebutuhan informasi pemakainya dengan memilih buku atas dasar permintaan pemakainya atau berdasarkan dugaan pengetahuan pustakawan atas keperluan pemakainya. Buku-buku kebutuhan pemakai tadi pengadaannya dilakukan bersama oleh perpustakaan yang ditunjuk sebagai koordinator kerjasama. Penempatan koleksi dilakukan di masing-masing perpustakaan yang memesan buku tersebut, namun buku-buku tersebut dapat digunakan secara bersama oleh pemakai masing-masing perpustakaan.
Kerjasama Pertukaran dan Redistribusi
Kerjasama pertukaran dilakukan dengan cara penukaran publikasi badan induk perpustakaan tersebut dengan perpustakaan lain tanpa harus membeli. Cara ini biasa dilakukan untuk mendapatkan publikasi yang tidak dijual atau publikasi yang sulit dilacak di toko-toko buku. Pertukaran ini biasanya dilakukan dengan prinsip seleksi pustaka.
Kerja sama pengolahan
Dalam bentuk kerjasama ini, perpustakaan bekerjasama untuk mengolah bahan pustaka. Biasanya pada perpustakaan universitas dengan berbagai cabang atau perpustakaan umum dengan cabang-cabangnya. Pengolahan bahan pustaka (pengkatalogan, pengklasifikasian, pemberian label buku, kartu buku dan lain-lain) dikerjakan oleh satu perpustakaan yang menjadi koordinator kerjasama.
Kerja sama penyediaan fasilitas
Bentuk kerjasama ini mungkin terasa janggal bagi perpustakaan di negara maju karena perpustakaan mereka umumnya selalu terbuka untuk dipakai oleh pemakai umum. Dalam bentuk ini, perpustakaan bersepakat bahwa koleksi mereka terbuka bagi pengguna perpustakaan lainnya. Perpustakaan biasanya menyediakan fasilitas berupa kesempatan menggunakan koleksi, menggunakan jasa perpustakaan seperti penelusuran, informasi kilat, penggunaan mesin fotokopi, namun tidak membuka kesempatan untuk meminjam. Biasanya peminjaman buku untuk peminjam bukan anggota dilakukan dengan menggunakan fasilitas pinjam antar perpustakaan.
Kerja sama pinjam antar perpustakaan
Bentuk kerjasama ini dilakukan karena pengguna perpustakaan lain tidak boleh meminjam koleksi perpustakaan lain. Sebagai gantinya maka perpustakaannya yang meminjamkan buku dari perpustakaan lain kemudian perpustakaan perpustakaan tersebut meminjamkan kepada pemakainya. Yang bertanggungjawab terhadap peminjaman buku tersebut adalah perpustakaan yang meminjam.
Kerja sama antar pustakawan
Kerjasama ini dilakukan antar pustakawan untuk memecahkan beberapa permasalahan yang dihadapi oleh para pustakawan. Bentuk kerjasama ini berupa penerbitan buku panduan untuk pustakawan, pertemuan antar pustakawan, kursus penyegaran untuk pustakawan dan lain-lain.
Dua perpustakaan atau lebih menyusun katalog perpustakaan secara bersama-sama. Katalog tsb berisi keterangan tentang buku yang dimiliki oleh perpustakaan peserta kerjasama disertai dengan keterangan mengenai lokasi buku tsb. Kerjasama seperti ini bukan hal baru di Indonesia. Bahkan beberapa katalog induk sudah banyak yang diterbitkan secara nasional, antara lain beberapa diterbitkan oleh Pusat Dokumentasi dan Informasi Ilmiah LIPI.
Kerja sama Pemberian Jasa dan Informasi
Bentuk kerjasama ini adalah dilakukan oleh dua atau lebih perpustakaan yang sepakat untuk bekerjasama saling memberikan jasa informasi. Salah satu bentuk kerjasama ini adalah pinjam antar perpustakaan, jasa penelusuran, dan jasa fotokopi. Kerjasama seperti ini melibatkan semua sumberdaya yang ada di perpustakaan. Jadi tidak terbatas pada pinjam antar perpustakaan saja.
Kamis, November 19, 2009
Sejarah Perkembangan Tanaman Kopi di Indonesia

Tanaman kopi bukan tanaman asli Indonesia, melainkan jenis tanaman berasal dari benua Afrika. Tanaman kopi dibawa ke pulau Jawa pada tahun 1696, tetapi pada waktu itu masih dalam taraf percobaan.
Di Jawa, tanaman kopi ini mendapat perhatian sepenuhnya baru pada tahun 1699, karena tanaman tersebut dapat berkembang dan berproduksi baik. Bibit kopi Indonesia didatangkan dari Yaman. Pada waktu itu jenis yang didatangkan adalah kopi Arabika.
Percobaan penanamn ini pada mulanya berada disekitar Jakarta. Setelah percobaan penanaman di daerah ini ternyata berhasil baik, kemudian biji-biji itu dibagi-bagikan kepada para Bupati di Jawa Barat untuk ditanam di daerah masing-masing; ternyata hasilnya pun baik.
Hasil-hasil tersebut harus diserahkan kepada V.O.C dengan harga yang sangat rendah, dengan penyerahan secara paksa. Maka tanaman yang semula hanya sebagai tanaman percobaan, akhirnya menjadi tanaman yang dipaksanakan kepada petani.
Setelah diketahui bahwa tanaman kopi itu hasilnya terus meningkat, maka perluasan tanaman terus ditingkatkan, terutama di pulau Jawa. Selanjutnya tanaman itu lebih dipaksakan lagi dengan adanya "Culturstelsel".
Mulai saat itu banyak pengusaha yang memperluas usahanya dalam lapangan perkebunan, terutama di Jawa Tengah dan Jawa Timur pada tanah-tanah usaha swasta. Selanjutnya tanaman perkebunan itu lebih besar lagi setelah dikeluarkan Undang-undang Agraria tahun 1870. Perusahaan perkebunan itu bisa memperluas isahanya pada tanah milik negara dengan jangka yang sangat panjang.
Mula-mula pertanaman kopi perkebunan ini banyak terdapat di Jawa Tengah, yaitu daerah Semarang, Sala, Kedu, dan Jawa Timur terutama di daerah Besuki dan Malang. Sedang di Sumatera terdapat di Lampung, Palembang, Sumatera Barat, dan Sumatera Timur. Sehingga sampai sekarang ini banyak perusahaan perkebunan milik negara yang berasal dari perusahaan-perusahaan asing.
Kopi Indonesia saat ini ditilik dari hasilnya, menempat peringkat keempat terbesar di dunia. Kopi memiliki sejarah yang panjang dan memiliki peranan penting bagi pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Indonesia diberkati dengan letak geografisnya yang sangatlah cocok bagi tanaman kopi. Letak Indonesia sangat ideal bagi iklim mikro untuk pertumbuhan dan produksi kopi.
Asal-usul
Pada awalnya kopi di Indonesia berada di bawah pemerintah Belanda. Kopi diperkenalkan di Indonesia lewat Sri Lanka (Ceylon). Pada awalnya pemerintah Belanda menanam kopi di daerah sekitar Batavia (Jakarta), Sukabumi dan Bogor. Kopi juga ditanam di Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Sumatra dan Sulawesi. Pada permulaan abad ke-20 perkebunan kopi di Indonesia terserang hama, yang hampir memusnahkan seluruh tanaman kopi. Pada saat itu kopi juga ditanam di Timor dan Flores. Kedua pulau ini pada saat itu berada di bawah pemerintahan bangsa Portugis. Jenis kopi yang ditanam di sana juga adalah kopi Arabika. Kopi ini tidak terserang hama.
Pemerintah Belanda kemudian menanam kopi Liberika untuk menanggulangi hama tersebut. Varietas ini tidak begitu lama populer dan juga terserang hama. Kopi Liberika masih dapat ditemui di pulau Jawa, walau jarang ditanam sebagai bahan produksi komersial. Biji kopi Liberika sedikit lebih besar dari biji kopi Arabika dan kopi Robusta. sebenarnya, perkebunan kopi ini tidak terserang hama, namun ada revolusi perkebunan dimana buruh perkebunan kopi menebang seluruh perkebunan kopi di Jawa pada khususnya dan di seluruh Indonesia pada umumnya.
Status industri saat iniRobusta menggantikan kopi Liberika. Walaupun ini bukan kopi yang khas bagi Indonesia, kopi ini menjadi bahan ekspor yang penting di Indonesia.
Bencana alam, Perang Dunia II dan perjuangan kemerdekaan - semuanya mempunyai peranan penting bagi kopi di Indonesia. Pada awal abad ke-20 perkebunan kopi berada di bawah kontrol pemerintahan Belanda. Infrastruktur dikembangkan untuk mempermudah perdagangan kopi. Sebelum Perang Dunia II di Jawa Tengah terdapat jalur rel kereta api yang digunakan untuk mengangkut kopi, gula, merica, teh dan tembakau ke Semarang untuk kemudian diangkut dengan kapal laut. Kopi yang ditanam di Jawa Tengah umumnya adalah kopi Arabika. Kopi Arabika juga banyak diproduksi di kebun - kebun seperti (Kayumas, Blawan, Kalisat/Jampit)di Bondowoso, Jawa Timur. Sedangkan kopi robusta di Jawa Timur, banyak diproduksi dari kebun - kebun seperti Ngrangkah Pawon (Kediri), Bangelan (Malang), Malangsari, Kaliselogiri (Banyuwangi). Di daerah pegunungan dari Jember hingga Banyuwangi terdapat banyak perkebunan kopi Arabika dan Robusta. Kopi Robusta tumbuh di daerah rendah sedangkan kopi Arabika tumbuh di daerah tinggi.
Setelah kemerdekaan banyak perkebunan kopi yang diambil alih oleh pemerintah yang baru atau ditinggalkan. Saat ini sekitar 92% produksi kopi berada di bawah petani-petani kecil atau koperasi.
Sejarah Perkembangan Tanaman Kopi di Dunia

Kopi sebagai salah satu komoditi non migas, memiliki pasaran yang cukup mantap di pasaran dunia, sebab dari berbagai penjuru dunia banyak orang yang suka minum kopi, karena kopi dapat diolah menjadi minuman yang lezat rasanya. Badan yang lemah dan rasa kantuk dapat hilang, setelah minum kopi panas. Apalagi orang yang sudah menjadi pecandu kopi, bila tidak minum kopi rasanya akan capai dan konsentrasi dalam berpikir terasa berkuran.
Tanaman kopi adalah suatu jenis tanaman tropis, yang dapat tumbuh dimana saja, terkecuali pada tempat-tempat yang terlalu tinggi dengan temperatur yang sangat dingin atau daerah-daerah yang tandus yang memang tidak cocok bagi kehidupan tanaman. Daerah-daerah di bumi ini yang tidak cocok untuk ditanami tanaman kopi, yaitu pada garis Lintang Utara Lautan Pasifik, daerah tropis di gurun Sahara, dan garis Lintang Selatan seluruh Lautan Pasifik serta Australia disebelah Utara dimana tanahnya sangat tandus.
Pada mulanya orang minum kopi bukanlah kopi bubuk yang berasal dari biji, melainkan dari cairan daun kopi yang masih segar atau ada pula yang menggunakan kulit buah yang disedu dengan air panas. Sudah barang tentu rasanya tidak seenak kopi bubuk, namun dapat juga menyegarkan badan, sehingga penggemarnyapun belum begitu meluas. Setelah ditemukan cara memasak kopi bubuk yang lebih sempurna, yaitu menggunakan biji kopi yang masak kemudian dikeringkan dan dijadikan bubuk sebagai bahan minuman, akhirnya penggemarnya cepat meluas. Negara pemakai kopi pertama-tama adalah Arabia (pertengahan abad XV) dan kemudian menyebar luas di negara Timur Tengah, seperti Kairo pada tahun 1510 dan Konstantinopel (Turki) lebih kurang pada tahun 1550. Selanjutnya pada tahun 1616 kopi ini mulai masuk Eropa, yakni di Venesia. Sedangkan di Inggris pemakaian kopi baru pada tahun 1650.
Sampai sekarang kita ketahui bahwa kopi dan teh merupakan dunia yang sangat penting di dunia Barat. Walaupun asal kopi itu dari negara Afrika, tetapi sedikit sekali penduduk asli yang minum kopi. Di Ethiopia, kopi itu diminum dengan makanan lemak, selain bijinya daunnya pun dapat disedu dengan air panas.
Nama-nama jenis tanaman kopi sulit ditentukan, karena spesies ditentukan oleh beberapa pengarang buku dari 25 sampai 100 lebih. Wellman (1961) menyusun daftar sebanyak 64 spesies, tetapi ada yang dianggap hanya sebagai varietas saja. Maka jenis spesies yang tepat kurang lebih ada 60. Kebanyakan spesies itu terdapat di Afrika Tropis, yaitu sebanyak 33 Spp, 14 Spp di Madagaskar, 3 Spp di Mauritius dan Reunion, 10 Spp di Asia Tenggara.
Ditinjau dari segi ekonomis, Spp yang terpenting ialah (Coffea arabica = kopi Arabika) yang menghasilkan 90% dari kopi dunia pada waktu belum ada Robusta (J.E. Purseglove); Coffea canephora 9% dan Coffea liberica kurang dari 1%.
Spesies-spesies yang banyak dipakai berdasarkan sejarah perkembangan tanaman kopi di dunia adalah sebagai berikut:
1.Kopi Bungalensis heyne et Wild; terdapat secara liar di Benggala, Birma, Sumatera, dan adapula yang terdapat di India
2.Kopi Congensis, Froehn. Berasal dari Congo, kopi ini mirip dengan kopi Arabika yang disilang dengan Coffea canephora menjadi hibrida Congesta di Jawa. Mungkin satu bentuk dari Coffea canephora.
3.Kopi Eugenioides, S. Moore. Berasal dari Congo, Uganda, dan Tanzania, sedikit mirip dengan Coffea arabica. Kopi ini banyak pula ditanam, tetapi kandungan Coffein rendah.
4.Kopi Exselsa, A. Chev. Berasal dari Afrika Barat, bisa tumbuh sampai tinggi, daun besar, buah juga besar tapi tetapi biji kecil. Tanaman ini baik di Afrika Barat maupun Filipina, sedangkan di Jawa tidak banyak ditanam. Kopi ini banyak digolongkan Coffea liberica, tetapi buah dan biji jauh lebih kecil.
5.Kopi Recemosa, Lour. Berasal dari Mozambik dan kopi ini banyak ditanam di daerah setempat. Tanaman berbentuk perdu bercabang banyak, buah kecil berwarna merah.
6.Kopi Stenophylla G. Don. Berasal dari Afrika Barat dan banyak ditanam di sana, pohon kecil, bila buah masak berwarna biru hitam, biji lebih kecil daripada Arabika dan rasanya kurang enak.
7.Kopi Zangeubarise Lour. Berasal dari Zanzibar, di daerah asal tersebut kopi banyak ditanam. Buah dan biji mirip dengan kopi Arabika.
KELOMPOK PENCINTA BACAAN ANAK (KPBA)
Sejak berdiri, KPBA banyak mengadakan seminar, lokakarya untuk mahasiswa, guru pendidik, pengarang, illustrator, pendongeng, penerbit dalam usaha meningkatkan mutu bacaan anak Indonesia. Setiap dua minggu sekali melakukan kegiatan rutin mendongeng di Rumah Sakit sejak 1993. Mengadakan Festival mendongeng setiap dua tahun dalam memperingati Hari Anak Nasional.
KPBA juga menggalang kerjasama dengan pemerintah, institusi dalam dan luar negri untuk kemajuan bacaan anak. Juga mendatangkan pembicara luar negeri untuk meningkatkan mutu pelaku perbukuan di Indonesia.
Sukarelawan KPBA terdiri dari peneliti, dosen, doktor, ibu rumah tangga, mahasiswa, karyawan, pengarang, illustrator, pendongeng, guru, orang tua, dan lain-lain. Pengurus KPBA tidak digaji dan semua sumbangan yang diterima , diteruskan untuk kepentingan masyarakat khususnya anak dan membina kemampuan orang dewasa yang terlibat bagi pendidikan anak.
KPBA adalah pionir untuk memajukan minat membaca anak-anak di Indonesia. Selama dua puluh tahun KPBA berkiprah dalam meningkatkan minat baca anak, mutu bacaan, dan layanan perpustakaan.
Visi dan Misi
Tujuan dari Kelompok Pencinta Bacaan anak adalah untuk mengembangkan dan membina bacaan anak di Indonesia sebagai partisipasi bagi usaha mencerdaskan bangsa.
Kegiatan untuk Orang Dewasa :
Seminar, lokakarya, dan pelatihan mendongeng, pelatihan membuat alat peraga, pelatihan menulis, pelatihan membuat ilustrasi, dll.
Kegiatan untuk anak :
Festival mendongeng setiap dua tahun, kegiatan rutin mendongeng di RSCM setiap dua minggu, lomba membaca cerita, membuat alat peraga mendongeng sederhana, dll.
Sejarah
Pencetus gagasan dan pendiri KPBA adalah Dr. Murti Bunanta SS.,MA yang menuangkan pikiran, gagasan dan keprihatinannya terhadap dunia bacaan anak di Indonesia dalam sebuah tulisannya, yang dimuat dalam harian Kompas, 22 September 1987, berjudul "Kalau Belum Terlambat, Mengapa Tidak Sekarang? Kita Butuh Kelompok Pencinta Bacaan Anak".
Tulisan ini menarik minat sekelompok pendukung gagasan dan simpatisan yang menaruh perhatian pada bacaan anak dan mencintai anak-anak, yang secara rutin bertemu sebulan sekali untuk memantapkan gagasan sambil mengadakan kegiatan mendongeng untuk anak-anak.
Pada tahun 1988 dibentuk kepengurusan yang bergabung dalam wadah bernama : Kelompok Pencinta Bacaan Anak (Inggris : Society for the Advancement of Children's Literature). Organisasi ini bersifat independen, non profit dan pengurus serta anggotanya bekerja atas dasar sukarela.
Pameran dengan tema Anak, Bacaan dan Mainan yang diadakan dalam rangka menyambut hari anak nasional Juli 1989 adalah tonggak sejarah kegiatan KPBA selanjutnya, baik secara nasional maupun internasional.
Kegiatan KPBA yang intens dalam memajukan mutu bacaan anak Indonesia menarik perhatian dunia internasional. April 1990, KPBA resmi menjadi seksi nasional suatu organisasi dunia yang bernama International Board on Books for Young People (IBBY) sebagai seksi nasional ke 51.
Pada tahun 2006, untuk meluaskan kerja KPBA, maka seksi nasional tersebut yang bernama Indonesian Board on Books for Young People (INABBY) dipisahkan menjadi organisasi tersendiri dan bekerjasama secara erat dengan KPBA.
Sumber: http://www.kpba-murti.org/
Kamis, Agustus 06, 2009
Hidup Adalah Perjuangan
untuk itu kita harus tabah, tawakal dan ikhtiar untuk mencapai akhir dari perjuangan yaitu kebahagiaan, di dunia dan akhirat.
Kamis, Juni 25, 2009
Tenun Songket

Sewet Songket adalah kain yang biasanya dipakai atau dikenakan sebagai pembalut bagian bawah pakaian wanita. Biasanya sewet ini berteman dengan kemban atau selendang. Bahan sewet songket ini ditenun secara teliti dengan mengunakan bahan benang Ciri khas songket Palembang terletak pada kehalusan dan keanggunannya sangat menonjol serta motifnya tidak sama dengan motif kain songket daerah lain
Sewet Songket adalah kain yang biasanya dipakai atau dikenakan sebagai pembalut bagian bawah pakaian wanita. Biasanya sewet ini berteman dengan kemban atau selendang. Bahan sewet songket ini ditenun secara teliti dengan mengunakan bahan benang Ciri khas songket Palembang terletak pada kehalusan dan keanggunannya sangat menonjol serta motifnya tidak sama dengan motif kain songket daerah lain. Oleh karena itu sewet songket ini dibuat dengan bahan halus dan seni yang tinggi maka harganya cukup mahal. Biasanya dipakai pada waktu tertentu pada saat perayaan perkawinan.
Pakaian songket lengkap yang dikenakan oleh pengaten, biasanya dengan Aesan Gede (kebesaran) Aesan Pengganggon (Paksangko) Aesan. Selendang Mantri Aesan Gandek (Gandik) dan sebagainya.
Macam-macam Kain Songket
1. Songket benang mas Lepus dan warna-warni
2. Songket benang mas Lepus Biasa
3. Songket benang mas Lepus Jando Beraes (Hijau,merah dan Kuning)
4. Songket benang Jando Penganten (Hijau dan Merah)
5. Songket benang emas Bungo Inten
6. Songket benang emas Tretes Midar atau Bidar
7. Songket benang emas pulir Biru
8. Songket emas Kembang Siku Hijau
9. Songket benang emas Bungo Cino
10. Songket benang Pacik
11. Songket benang emas Cukitan
Rumah Tradisional
Rumah LimasKebanyakan rumah limas luasnya mencapai 400 sampai 1000 meter persegi atau lebih, yang didirikan diatas tiang-tiang dari kayu unglen atau ulin yang kuat dan tanah air.Dinding, pintu dan lantai umumnya terbuat dari kayu tembesu. Sedang untuk rangka digunakan kayu seru. Setiap rumah terutama dinding dan pintu diberi ukiran. Saat ini rumah limas sudah mulai jarang dibangun karena biaya pembuatannya lebih besar dibandingkan membangun rumah biasa. Rumah limas yang sering dikunjungi oleh wisatawan adalah milik keluarga Bayuki Wahab di Jl. Mayor Ruslan dan Hasyim Ning di Jl. Pulo, 24 Ilir, Palembang. Namun hampir ditiap pelosok kota terdapat rumah limas yang umumnya sudah tua, termasuk sebuah rumah limas di museum Balaputra Dewa.
Wisata Kuliner
Penyajian pempek ditemani oleh saus berwarna hitam kecoklat-coklatan yang disebut cuka atau cuko (bahasa Palembang). Cuko dibuat dari air yang dididihkan, kemudian ditambah gula merah, cabe rawit tumbuk, bawang putih, dan garam. Cuko adalah teman makan pempek yang setia, dibuat pedas untuk menambah nafsu makan.
Jenis pempek yang terkenal adalah "pempek kapal selam" adalah telur ayam rebus yang dibungkus dengan adonan pempek dan digoreng dalam minyak panas. Ada juga yang lain seperti pempek lenjer, pempek bulat (atau terkenal dengan nama "ada'an"), pempek kulit ikan, pempek pistel (isinya irisan pepaya muda rebus yang sudah dibumbui), pempek telur kecil, dan pempek kriting.
Pempek bisa ditemukan dengan gampang di seantero Kota Palembang. Ada yang menjual di restoran, ada yang di gerobak, dan juga ada yang dipikul. Juga setiap kantin sekolah pasti ada yang menjual pempek. Tahun 1980-an, penjual pempek bisa memikul 1 keranjang pempek penuh sambil berkeliling Kota Palembang jalan kaki menjajakan makanannya!
Profil Sumatera Selatan

1. Bunga teratai berkelopak lima berarti keberanian dan keadilan berdasarkan Pancasila. 2. Batang hari sembilan adalah nama lain provinsi Sumatera Selatan yang memiliki sembilan sungai. 3. Jembatan Ampera merupakan ciri yang menjadi kebanggaan masyarakat Sumatera Selatan. 4. Gunung memiliki makna daerah pegunungan yang banyak terdapat di Sumatera Selatan. 5. Sedangkan atap khas Sumatera Selatan yang berujung 17 dan 8 garis genting dan 45 buah genting merupakan simbol kemerdekaan RI pada tanggal 17 Agustus 1945
Selasa, Juni 23, 2009
Wisata Sejarah 2
Ratu Bagus Kuning hingga akhir hayatnya tidak pernah menikah dan tidak pernah haid (tetap Suci), selain itu kita dapat melihat monyet/kera jinak yang menurut cerita keturunan siluman kera yang pada waktu itu bertanding dengan Ratu Bagus Kuning mengalami kekalahan sehingga siluman kera, bersumpah keturunannya akan menjadi pengikut setiap Ratu Bagus Kuning hingga saat ini kera-kera tersebut ada dan jumlahnya tetap tidak kelihatan bertambah.Ratu Bagus Kuning dimakamkan ditepian Sungai Musi, pada zaman dahulu diatas makam beliau berdiri bangunan tinggi yang memayungi makam tersebut namun setelah beberapa saat bangunan tersebut lenyap tanpa bekas seperti ghaig. Kita dapat mengunjungi tempat ini dengan kendaraan jurusan plaju. (berdasarkan keterangan M. Nasir Juru Kunci Bagus Kuning)
1. Raja Gentar Alam 2. Putri Kembang Dadar3. Putri Rambut Selako4. Panglima Bagus Kuning5. Panglima Bagus Karang6. Panglima Tuan Junjungan7. Panglima Raja Baru Api8. Panglima Jago Lawang Berdasarkan hasil penemuan pada tahun 1920 di sekitar bukit ini telah ditemukan sebuah patung (arca) Budha bergaya seni Amarawati yang raut wajah Srilangka berasal dari abad XI masehi yang sekarang diletakan di halaman Museum Sultan Mahmud Badaruddin II. Kita dapat melihat panorama kota Palembang ; dari ketinggian Bukit Siguntang dengan menempuh kendaraan umum jurusan Bukit Besar.
Monumen ini dibangun unntuk mengenang perjuangan rakyat Sumatera Selatan ketika melawan kaum penjajah pada masa revolusi fisik yang dikenal dengan Pertempuran Lima Hari Lima Malam di Palembang yang pecah pada tanggal 1 Januari 1947 yang melibatkan seluruh rakyat Palembang melawan Belanda.Didalam Museum ini kita dapat melihat berbagai jenis senjata yang dipergunakan dalam pertempuran tersebut termasuk berbagai dokumen perang dan benda-benda bersejarah lainnya.
Wisata Sejarah 1
2. TAMAN BUKIT SIGUNTANG
3. TAMAN KI GEDE ING SURO
4. HUTAN WISATA PUNTI KAYU
5. PULAU KEMARO
6. JEMBATAN AMPERA DAN SUNGAI MUSI
7. PAGARALAM
Selamat Datang di Pariwisata Provinsi Sumatera Selatan
KERAJINAN TANGAN
2. KAIN JUMPUTAN
3. KAIN BLONGSONG
4. KAIN TAJUNG
OBYEK WISATA SUMATERA SELATAN
2. TAMAN BUKIT SIGUNTANG
3. TAMAN KI GEDE ING SURO
4. HUTAN WISATA PUNTI KAYU
5. PULAU KEMARO
6. JEMBATAN AMPERA DAN SUNGAI MUSI
7. PAGARALAM
Assalamu'alaikum. Wr.Wb.
Frofilku
Total Tayangan Halaman
Entri Populer
-
Perpustakaan adalah ruang atau tempat yang menyediakan berbagai koleksi yang disediakan untuk penggunanya. Perpustakaan pada umumnya merupak...
-
Beberapa tahun ini ada upaya untuk memperbarui proses belajar-mengajar dengan menyediakan papan tulis pintar yang terintegrasi dengan kemaju...
-
Tanaman kopi bukan tanaman asli Indonesia, melainkan jenis tanaman berasal dari benua Afrika. Tanaman kopi dibawa ke pulau Jawa pada tahun 1...
-
1. Sumber Informasi Primer Status suatu perpustakaan/pusat informasi secara dominan menentukan jenis-jenis informasi yang dikelolanya, terut...
-
Untuk mempelajari fenomena administrasi negara, terdapat berbagai pendekatan, antara lain: 1.Pendekatan yang sistematis dilakukan melalui hu...
-
Tips melestarikan buku, kertas, dan foto: (1) Jangan menggunakan tape atau lem untuk memperbaiki dokumen. Umumnya lem atau tape yang peka te...
-
PROFIL ILO 1. Sejarah ILO ILO didirikan tahun 1919, sebagai bagian dari Perjanjian Versailles yang mengakhiri Perang Dunia I, untuk men...
-
Perpustakaan merupakan salah satu lembaga yang menyediakan , mengelola dan melayankan informasi. Dengan perannya ini, perpustakaan perlu did...
