Rabu, Oktober 13, 2010
SEMINAR NASIONAL “AIR DAN KEHIDUPAN DALAM NASKAH KUNA NUSANTARA”
Jumat, September 24, 2010
Kamis, September 16, 2010
Senin, Agustus 09, 2010
Marhaban Ya Ramadhan
Senin, Juli 05, 2010
KAJIAN PUSTAKA
•Dalam usulan penelitian maupun hasil penelitian umumnya dituangkan dalam bab “Tinjauan Pustaka”
•Merupakan tinjauan singkat atas pustaka yang menimbulkan gagasan & mendasari penelitian
•Seyogyanya digunakan pustaka terbaru (recent), gayut (relevant), dan asli (state of the art) bidang yang diteliti à PUSTAKA PRIMER
•Membantu peneliti menelusuri atau memilih topik penelitian
•Membantu peneliti memahami topik lebih baik, yang kurang jelas menjadi jelas
•Menjamin tidak ada duplikasi penelitian
•Membantu & memandu peneliti menelusuri pustaka yang lebih gayut
•Membantu & memandu peneliti menyusun rancangan penelitian, khususnya dalam:
–Merumuskan pertanyaan penelitian
–Merumuskan asumsi & hipotesis (kalau ada)
–Merumuskan kerangka pikir (konseptual)
–Memilih & menetapkan metoda penelitian
–Memilih & menetapkan teknik penarikan sampel
–Memilih dan/atau menyiapkan & memvalidasi instrumen penelitian untuk pengumpulan data
•Mutakhir (ada kekecualian untuk bidang tertentu)
•Harus yang objektif & tidak bias (hati-hati terutama mengenai politik)
•Gayut dengan penelitian yang diajukan
•Orisinal, data/fakta harus sahih & andal
•Jumlah tidak terlalu sedikit atau terlalu banyak (memadai)
Jumat, Juli 02, 2010
JENIS-JENIS INFORMASI ILMIAH
Status suatu perpustakaan/pusat informasi secara dominan menentukan jenis-jenis informasi yang dikelolanya, terutama yang berkaitan langsung dengan kebutuhan informasi penggunannya. Perpustakaan perguruan tinggi sesuai dengan sifat dan kapasitas pelayanan serta kebutuhan penggunannya lebih banyak mengembangkan sumber informasi yang berupa buku, terutama buku teks. Perpustakaan khusus semacam perpustakaan balai penelitian dan balai pengkajian, demikian juga PUSTAKA lebih fokus mengembangkan sumber informasi yang berupa jurnal ilmiah sesuai kebutuhan utama informasi para peneliti, pengkaji, dan pembuat kebijaksanaan.
Berbeda daripada buku, jurnal ilmiah memuat informasi ilmiah mutakhir, terutama hasil-hasil penelitian dan percobaan serta perkembangan dan kemajuan ilmu pengetahuan yang aktual. Kalaupun yang berupa buku, cenderung yang memuat uraian atau konsep-konsep ilmiah mutakhir hasil pembahasan dalam suatu simposium, seminar, workshop, kongres, pertemuan ilmiah. Sumber informasi ini berupa prosiding atau kumpulan makalah.
Dalam hal informasi ilmiah mutakhir yang dimuat dalam jurnal, PUSTAKA sebagai pusat informasi pertanian bagi peneliti dan pengkaji serta balai-balai penelitian dan pengkajian telah berupaya mengembangkan informasi baik dengan cara permintaan cuma-cuma, pertukaran literature, maupun pembelian/langganan. Hasil permintaan gratis berupa berbagai macam literatur yang sebagian besar terbitan Indonesia, sedangkan hasil pertukaran sebagian besar terbitan lembaga-lembaga penelitian institusi pertanian luar negeri. Jumlahnya mencapai lebih dari 200 judul.
Kamis, Juli 01, 2010
ABSTRAK
Abstrak adalah representasi yang singkat dan tepat dari kandungan dokumen yang mencakup semua hal yang penting dari dokumen asli, dan biasanya mengikuti gaya dan susunan seperti pada dokumen asli. Tujuan abstrak adalah untuk menangkap isi dokumen yang esensial sehingga dalam waktu yang singkat pembaca dapat mengetahui informasi yang terkandung dalam dokumen.
Keringkasan (conciseness) dan keberartian (significance) merupakan dua konsep penting dalam pengabstrakan. Abstrak harus ditulis secara jelas, tepat, komprehensif, tidak terikat (independent) dan tidak dimaksudkan untuk memberikan kritik terhadap dokumen. Pembuatan abstrak dapat dilakukan oleh penulis (author) atau oleh pengabstrak (abstractor). Penulis merupakan orang yang paling mengetahui isi dokumen sehingga diharapkan dapat memilih bagian-bagian terpenting dalam dokumen yang harus dituangkan dalam abstrak. Adapun yang dapat bertindak sebagai pengabstrak adalah orang yang mempunyai pengetahuan yang memadai tentang subjek dokumen yang akan dibuatkan abstraknya dan memahami metode pembuatan abstrak.
Fungsi Abstrak
Sebagai miniatur dokumen, abstrak berfungsi sebagai petunjuk kepada isi dokumen. Dengan membaca abstrak pembaca dapat mengetahui cakupan isi dokumen dalam waktu yang relatif singkat, sehingga ia dapat memutuskan apakah dokumen yang bersangkutan relevan atau tidak dengan yang diinginkan, dan dapat memutuskan apakah ia perlu atau tidak untuk membaca dokumen lengkapnya. Selain itu, abstrak memungkinkan pembaca untuk membaca literatur dalam jumlah yang besar. Hal ini sangat bermanfaat untuk menghindari terjadinya duplikasi dalam penelitian dan pengembangan.
Kesulitan dalam mengakses publikasi asing dan adanya kendala bahasa merupakan alasan bagi sebagian besar orang untuk mengabaikan publikasi berbahasa asing yang sesungguhnya merupakan bagian dari literatur yang harus dipertimbangkan dalam suatu subjek. Dalam hal ini layanan abstrak publikasi asing dapat menjadi titik akses untuk membantu mendapatkan informasi yang bersumber pada publikasi asing dengan relatif cepat dan mudah. Disamping itu, layanan abstrak publikasi asing juga dapat berfungsi untuk menjembatani kendala bahasa.
Dalam sistem temu kembali informasi, abstrak berfungsi sebagai pintu masuk ke dalam dokumen. Kata atau istilah yang digunakan dalam abstrak dapat digunakan sebagai istilah pencarian yang relatif mudah difahami oleh pengguna atau pencari informasi dari pada istilah indeks yang dibuat berdasarkan bahasa terkendali seperti tesaurus. Hal ini sangat bermanfaat dalam pencarian menggunakan bahasa alamiah (natural language).
Sifat Abstrak
Disamping karateristik representasi informasi secara umum yang telah disebutkan terdahulu, abstrak yang baik adalah abstrak yang mempunyai sifat-sifat sebagai berikut:
1. Ringkas: dinyatakan dengan kata atau kalimat yang ringkas dan terhindar dari ekspresi yang berlebihan (redundancy).
2. Jelas: menggunakan kata atau kalimat yang jelas dan terhindar dari arti ganda (ambiguity)
3. Tepat: menggunakan ekspresi yang tepat dan spesifik dalam menggambarkan isi dokumen.
4. Berdiri sendiri: deskripsi dari dokumen digambarkan secara lengkap dan dapat dimengerti sepenuhnya tanpa harus merujuk pada dokumen lain.
5. Objektif: terhindar dari interpretasi dan penilaian pribadi pengabstrak.
Jenis Abstrak
Secara garis besar abstrak dapat dibedakan menjadi 2 (dua) yaitu abstrak indikatif dan abstrak informatif. Abstrak indikatif berisi pernyataan umum yang menggambarkan tentang apa yang dibahas dalam suatu dokumen. Abstrak indikatif biasanya relatif lebih singkat, terdiri antara 50-100 kata. Abstrak informatif merupakan kondensasi informasi yang berisi tujuan, metode, data, hasil analisis, kesimpulan, dan rekomendasi yang terkandung dalam dokumen. Abstrak informatif biasanya terdiri antara 100-500 kata.
Selain abstrak indikatif dan informatif terdapat jenis abstrak indikatif-informatif yang merupakan gabungan dari abstrak indikatif dan informatif. Dalam hal ini bagian-bagian abstrak ditulis secara informatif akan tetapi pokok-pokok yang kurang penting disajikan secara indikatif. Abstrak jenis ini dapat memberikan informasi maksimum dengan panjang minimum.
Disamping abstrak terdapat beberapa jenis ringkasan dokumen yang lain, antara lain anotasi (annotation), ekstrak (extract), ringkasan (summary), singkatan (abridgement), dan sinopsis (synopsis). Pengertian masing-masing istilah tersebut adalah sebagai berikut:
1. Anotasi adalah catatan yang ditambahkan pada data bibliografi berupa penjelasan yang berkaitan dengan isi dokumen.
2. Ekstrak adalah bentuk ringkasan dokumen yang terdiri dari satu atau beberapa bagian dari dokumen yang menonjol seperti hasil, kesimpulan, atau rekomendasi yang bertujuan untuk mengidentifikasi isu utama yang tercakup dalam dokumen.
3. Ringkasan adalah pernyataan mengenai dokumen yang berisi temuan dan kesimpulan yang menonjol dengan tujuan untuk memberikan orientasi pada ide yang signifikan yang terdapat dalam dokumen yang bersangkutan.
4. Singkatan adalah kondensasi dokumen yang berisi gagasan utama yang terdapat dalam dokumen dengan mengabaikan gagasan-gagasan sekunder.
5. Sinopsis adalah ikhtisar yang diberikan oleh pengarang mengenai suatu pekerjaan.
Dalam beberapa basis data, setiap elemen data baik yang merupakan deskripsi fisik maupun deskripsi isi dinyatakan dalam tag yang menunjukkan ruas (field). Sebagai ilustrasi di bawah ini diberikan contoh representasi dokumen dalam format input (Gambar x) dan format output (Gambar y) pada basis data INIS.
INDEKS
Dalam matematika, indeks merupakan notasi yang menunjuk pada unsur tertentu dalam suatu susunan unsur-unsur. Secara umum indeks adalah petunjuk yang sistematik kepada satuan-satuan yang terkandung di dalam, atau konsep yang diturunkan dari koleksi entitas atau basis data. Disamping itu, dalam pengertian praktis indeks juga dapat didefinisikan sebagai daftar referensi secara alfabetis yang biasanya terdapat pada bagian akhir sebuah buku. Dalam ilmu perpustakaan indeks mempunyai arti yang luas, yang secara umum dapat diartikan sebagai catatan mengenai nilai-nilai dari berbagai atribut yang diharapkan dapat digunakan sebagai dasar pencarian informasi. Apabila atribut yang dimaksud adalah subjek maka bentuk catatan tersebut adalah indeks subjek, dan apabila atribut yang dimaksud adalah pengarang maka bentuk catatan tersebut adalah indeks pengarang. Secara tradisional, sebagian besar upaya pengindeksan merupakan pengindeksan subjek.
Dalam Harrod’s Librarian’s Glossary and Reference Book istilah indeks (index term) didefinisikan sebagai bahasa yang digunakan dalam indeks subjek yang merupakan bagian dari sistem temu kembali informasi, terdiri dari susunan istilah yang alphabetis atau variasi dari istilah tersebut. Dalam sistem temu kembali informasi, dokumen dinyatakan dalam himpunan istilah indeks dengan hubungan semantik antar istilah. Sebagai representasi dokumen indeks diharapkan dapat menggambarkan informasi yang terkandung dalam dokumen sehingga dokumen yang diindeks dapat ditemukan melalui istilah indeks yang dipergunakan.
Fungsi Indeks
Indeks mempunyai 3 (tiga) tujuan utama yaitu:
1. Memberikan kemudahan dalam menemukan dokumen berdasarkan subjek;
2. Mengidentifikasi topik suatu dokumen sehingga dapat dihubungkan dengan dokumen lain;
3. Memprediksi relevansi suatu dokumen dengan kebutuhan informasi tertentu.
Sifat indeks
Selain karakteristik representasi informasi seperti yang telah dikemukakan pada bagian terdahulu, menurut Rowley (1995) indeks mempunyai sifat sebagai berikut:
1. Spesifisitas (specificity): indeks harus merupakan istilah spesifik yang berkaitan dengan subjek dokumen.
2. Mendalam (exhaustivity): indeks yang diberikan pada suatu dokumen harus didasarkan pada analisis subjek yang mendalam.
3. Terhindar dari kesalahan (error): indeks yang diberikan pada suatu dokumen harus terhindar dari kesalahan interpretasi dan intervensi manusia.
Jenis Indeks
Terdapat beberapa jenis indeks subjek. Salah satu jenis indeks yang paling mudah dalam proses pembuatannya adalah indeks KWIC (Keyword In Context). Indeks KWIC adalah indeks yang secara langsung diturunkan dari kata kunci (keyword) yang terdapat dalam judul dokumen dengan susunan seperti aslinya. Kata kunci adalah kata-kata yang digunakan dalam penulisan dokumen dan dianggap mempunyai arti penting.
Indeks KWIC dibuat dengan membuang semua kata yang tidak mempunyai arti (stop word) yang terdapat dalam judul dokumen. Kata-kata yang tertinggal adalah kata-kata kunci yang tersusun sesuai dengan susunan dalam judul aslinya. Format indek KWIC sangat terbatas, hanya satu baris dengan jumlah karakter tertentu. Judul yang panjang akan dipotong sesuai dengan jumlah karakter yang dapat ditampung dalam baris tersebut. Indeks yang yang ditampilkan dapat berupa bagian kata kunci pada bagian kiri, bagian tengah, atau bagian kanan dari susunan kata-kata kunci yang dihasilkan. Kelemahan indeks KWIC adalah kemungkinan besar indeks KWIC terlihat sangat aneh dan membingungkan bagi pengguna sehingga tidak banyak bermanfaat secara praktis.
Perkembangan dari indek KWIC adalah indek KWOC (Keyword Out of Context). Kata-kata kunci yang menyusun indeks KWOC sama dengan indeks KWIC, perbedaan hanya terletak pada susunan dan tampilannya. Setiap kata kunci yang diekstrak dari judul disusun sebagai tajuk dan di bawah masing-masing tajuk tersebut diberikan judul lengkap dan referensi sumbernya. Dalam hal ini tidak ada pembatasan ruang untuk setiap cantuman (entry). Kelemahan indeks KWOC adalah kemungkinan besar terdapat tajuk yang berupa kata-kata yang kurang berkualitas seperti kata sifat.
Disamping jenis-jenis indeks tersebut di atas, terdapat satu jenis indeks yang relatif lebih rumit dalam pembuatannya yaitu yang disebut sebagai deskriptor. Deskriptor yaitu istilah indeks yang berupa istilah-istilah standard atau biasa disebut sebagai kosa kata terkendali (controlled vocabulary). Dalam penentuan deskriptor, kata-kata kunci yang diekstrak dari dokumen ditranslasikan ke dalam istilah-istilah atau kosa kata standard yang terdapat dalam bahasa indeks alfabetis seperti tesaurus atau skema klasifikasi.
PROPOSAL PENDIDIKAN PEMAKAI
Instruksi bibliografi merupakan suatu bentuk bimbingan pemakai bagi mahasiswa semester akhir, para peneliti dan dosen. Program ini berkaitan dengan penggunaan sumber daya perpustakaan untuk menjawab permintaan informasi. Kepada pemakai diperkenalkan sumber-sumber informasi dalam berbagai subyek.
• Mengenal bahan atau karya referens
• Memperagakan penggunaan majalah indeks
• Memberikan keterangan mengenai katalog
• Membantu menentukan tajuk subjek
• Menggunakan alat-alat bantu bibliogarafi lainnya.
• Presentasi
• Peragaan penelusuran
• Tanya jawab
• Kuis
Sarana yang disediakan untuk menunjang pelaksanaan instruksi bibliografi adalah:
• Ruang pertemuan/laboratorium komputer
• Peralatan ; komputer, projektor dan pengeras suara
• Bahan perpustakaan rujukan atau referens dari berbagai disiplin ilmu
• Brosur dan buku panduan penelusuran
Persiapan yang dilakukan sebelum diadakan kegiatan instruksi bibliografi adalah sebagai berikut:
• Penysusuan jadwal, yaitu jadwal pelaksanaan dan jadwal tutorial.
• Penyusunan bahan/materi yang akan disampaikan.
• Pencarian sponsorship.
• Menyusun uraian tugas dan tata tertib.
• Publikasi dan Promosi
Jumat, Juni 18, 2010
INTERGOVERNMENTAL PANEL ON CLIMATE CHANGE (IPCC)
Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) atau "Panel Antarpemerintah Tentang Perubahan Iklim" adalah suatu panel ilmiah yang terdiri dari para ilmuwan dari seluruh dunia. IPCC didirikan pada tahun 1988 oleh dua organisasi PBB, World Meteorological Organization (WMO) dan United Nations Environment Programme (UNEP) untuk mengevaluasi risiko perubahan iklim akibat aktivitas manusia, dengan meneliti semua aspek berdasarkan pada literatur teknis/ilmiah yang telah dikaji dan dipublikasikan[1]. Panel ini terbuka untuk semua anggota WMO dan UNEP.
Laporan-laporan dari IPCC sering dikutip dalam setiap perdebatan yang berhubungan dengan perubahan iklim.[2][3] Badan-badan nasional dan internasional yang terkait dengan perubahan iklim menganggap panel iklim PBB ini sebagai layak dipercaya[4].
Pada 12 Oktober 2007, IPCC diumumkan sebagai pemenang anugerah Penghargaan Perdamaian Nobel bersama dengan Al Gore "untuk usaha mereka dalam membangun dan menyebar luaskan pengetahuan mengenai perubahan iklim yang disebabkan manusia serta dalam merintis langkah-langkah yang diperlukan untuk melawan perubahan tersebut."
UNITED NATIONS POPULATION FUND (UNFPA)
United Nations Population Fund (UNFPA) memulai operasinya tahun 1969 sebagai United Nations Fund for Population Activities (namanya berubah tahun 1987) dibawah administrasi United Nations Development Fund.[1] Tahun 1971 badan ini ditempatkan dibawah otoritas Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa.[2][3][4]
UNFPA mendukung program di empat wilayah, negara Arab dan Eropa, Asia dan Pasifik, Amerika Latin dan Karibia, dan Afrika sub-Sahara. Mereka bekerja di lebih dari 140 negara, teritori dan wilayah. Sekitar tiga perempat staf bekerja di lapangan.
Beberapa tugas UNFPA melibatkan penyediaan suplai dan layanan untuk merawat kesehatan. Mereka juga mendorong partisipasi pemuda dan wanita untuk membantu mengembangkan masyarakat mereka yang terkena dampak dari kesehatan yang buruk yang meluas ke berbagai sektor seperti pencegahan penyakit kelamin termasuk HIV/AIDS.
UNFPA bekerja atas kerjasama dengan badan PBB, pemerintah dan komunitas lainnya. Bekerjasama, badan ini meningkatkan kewaspadaan dan mengelola dukungan dan sumber daya yang dibutuhkan untuk mencapai Millennium Development Goals.
INTERNATIONAL LABOUR ORGANISATION (ILO)
1. Sejarah ILO
ILO didirikan tahun 1919, sebagai bagian dari Perjanjian Versailles yang mengakhiri Perang Dunia I, untuk mencerminkan keyakinan bahwa perdamaian universal dan abadi hanya bisa dicapai jika didasarkan pada keadilan sosial.
The Constitution was drafted between January and April, 1919, by the Labour Commission set up by the Peace Conference, which first met in Paris and then in Versailles.Konstitusi itu disusun antara bulan Januari dan April, 1919, oleh Komisi Perburuhan dibentuk oleh Konferensi Perdamaian, yang pertama kali bertemu di Paris dan kemudian di Versailles. The Commission, chaired by Samuel Gompers, head of the American Federation of Labour (AFL) in the United States, was composed of representatives from nine countries: Belgium, Cuba, Czechoslovakia, France, Italy, Japan, Poland, the United Kingdom and the United States. Komisi, dipimpin oleh Samuel Gompers, kepala Federasi Buruh Amerika (AFL) di Amerika Serikat, terdiri dari wakil-wakil dari sembilan negara: Belgia, Kuba, Cekoslovakia, Perancis, Italia, Jepang, Polandia, Britania Raya dan Amerika Serikat. It resulted in a tripartite organization, the only one of its kind bringing together representatives of governments, employers and workers in its executive bodies. Ini menghasilkan sebuah organisasi tripartit, satu-satunya yang menggabungkan wakil pemerintah, pengusaha dan pekerja dalam tubuh eksekutif.
ILO terletak di Jenewa 1920 dengan Perancis Albert Thomas sebagai Direktur pertama dari Kantor Perburuhan Internasional, yang merupakan Sekretariat permanen Organisasi. Under his strong impetus, 16 International Labour Conventions and 18 Recommendations were adopted in less than two years. Di bawah dorongan kuat, 16 Buruh Internasional Konvensi dan Rekomendasi 18 diadopsi dalam waktu kurang dari dua tahun.
2. Misi dan Tujuan ILO
Sebagai lembaga tripartit hanya dunia multilateral, ILO didedikasikan untuk membawa pekerjaan yang layak dan mata pencaharian, keamanan negara yang berkaitan dengan pekerjaan dan standar hidup yang lebih baik kepada orang-orang baik miskin dan kaya. It helps to attain those goals by promoting rights at work, encouraging opportunities for decent employment, enhancing social protection and strengthening dialogue on work-related issues. Ini membantu untuk mencapai tujuan-tujuan dengan mempromosikan hak-hak di tempat kerja, mendorong lapangan kerja yang layak, meningkatkan perlindungan sosial serta memperkuat dialog tentang isu-isu yang terkait dengan pekerjaan.
3. Kegiatan ILO
Membentuk agenda ILO: Pekerjaan yang Layak: Policy Integration Kebijakan Integrasi
Shaping the ILO agenda: Pembentukan agenda ILO: Gender equality Kesetaraan gender
Expanding knowledge: Memperluas pengetahuan: Statistics Statistika
Expanding knowledge: Memperluas pengetahuan: International Institute for Labour Studies Institut Internasional untuk Studi Perburuhan
Expanding knowledge: Memperluas pengetahuan: International Training Centre of the ILO, Turin Pusat Pelatihan Internasional ILO, Turin
Improving awareness of ILO perspectives: Meningkatkan kesadaran perspektif ILO: External relations and partnerships Eksternal hubungan dan kemitraan
Improving awareness of ILO perspectives: Meningkatkan kesadaran perspektif ILO: Communications Komunikasi
Selasa, April 20, 2010
Organisasi
Organisasi dalam arti badan adalah sekelompok orang yang bekerja sama untuk mencapai suatu atau beberapa tujuan tertentu
Organisasi dalam arti bagan atau struktur adalah gambaran secara skematis tentang hubungan-hubungan, kerja sama dari orang-orang yang terdapat dalam rangka usaha mencapai tujuan bersama.
Tiga ciri dari suatu organisasi
a.Adanya sekelompok orang
b.Antar hubungan terjadi dalam suatu kerja sama yang harmonis, Kerja sama didasarkan atas hak, kewajiban, dan tanggung jawab masing-masing orang untuk mencapai tujuan
Bentuk-bentuk Organisasi
Menurut pola hubungan kerja, serta lalulintas wewenang dan tanggungjawab maka bentuk organisasi dapat dibedakan atas:
1. Bentuk Organisasi Garis
2. Bentuk Organisasi Fungsional
3. Bentuk Organisasi Garis dan Staf
4. Bentuk Organisasi Fungsional dan Staf
Selasa, April 13, 2010
Faktor Perusak Kertas
Faktor Fisika
1. Cahaya
2. Suhu dan Kelembaban Udara
3. Partikel debu yang terdapat dalam udara
Faktor Kimia
1. Zat Kimia yang berada di dalam kertas
2. Polusi udara
3. Tinta
Faktor Biota
1. Jamur / Fungi
2. Serangga : kecoa, ikan perak (silverfish), rayap, kutu buku (book lice), ngengat (moths), kepinding (bedbuds), kumbang, binatang pengerat (tikus)
Faktor Bencana Alam / Musibah
1. Api / kebakaran
2. Air / banjir
3. Perang
4. Pencurian
Faktor Kecerobohan Manusia (penggunaan dan penanganan yang salah)
1. Perpindahan atau transit
2. Pembaca dan fasilitas pembaca
3. Reproduksi bahan pustaka dan arsip
4. Pameran
5. Pembatasan penggunaan
6. Penyimpanan
Rabu, April 07, 2010
ADMINISTRASI PUBLIK DI TINJAU DARI SEGI SISTEM PENDEKATAN HOLISTIK
1.Pendekatan yang sistematis dilakukan melalui hukum. Dengan pendekatan ini maka organisasi kewenangan negara harus didasarkan atas peraturan perundang-undangan. Demikian pula bentuk-bentuk tindakannya dan pembatasan kekuasaannya harus didasarkan atas peraturan hukum yang berlaku.
2.Pendekatan yang berdasarkan gerakan manajemen ilmiah (scientific management movement). Pendekatan ini terutama berhubungan dengan sifat lembaga-lembaga adminstratif yang dipandang sebagai wahana manajemen yang menggambarkan kriterianya untuk mencapai efisiensi (efficiency).
3.Pendekatan atas dasar historis dan biografis, yang menyoroti tentang perkembangan sistem administrasi dan kecenderungan dalam pemikiran administrasi. Berdasarkan landasan historis dari sistem administrasi ini, maka jelaslah bentuk-bentuk kelembagaan dan hubungannya, dengan kewenangan dan metode operasionalnya, serta dengan sarana pengawasan eksternnya.
4.Pendekatan Perilaku administrasi, yang menyoroti banyaknya struktur sosial pada lembaga – lembaga kenegaraaan. Pendekatan ini telah memberikan kontribusi yang berharga terhadap pemerintah dan pegawai pemerintah untuk memperoleh pengertiannya mengapa mereka harus bersikap dan bertindak. Semua pendekatan ini sangat relevan karena dari mereka timbul kesadaran dan pengertiannya.
ada beberapa pendekatan untuk mengidentifikasi organisasi publik (Menurut Caiden,1987), yaitu:
1.Organisasi publik sebenarnya identik dengan administrasi pemerintahan.
2.Dengan melukiskan bahwa identifikasi organisasi publik didasarkan pada peraturan negara, dibiayai oleh keungan negara, dan dioperasionalisasikan aparat yang mempunyai jenjang karier tertentu.3.Sifat-sifat administrasi organisasi publik berorientasi pada publik.
4.Melihat administrasi negara yang berbentuk organisasi publik memiliki ciri khusus dalam melaksanakan kebijakan publik, seperti kontrol politik, akuntabilitas, pemakaian birokrasi pemerintahan, pembuatan kebijakan pemerintah dan penegakan hukum yang berbeda yang dilakukan oleh swasta.
5.Memfokuskan pada sifat demokratisasi hubungan sosial.
Minggu, Maret 21, 2010
Indek Buku dan Majalah
Sebuah daftar yang sistematis, mengandung istilah atau frasa (menyatakan pengarang, judul, konsep, dan sebagainya)yang dilengkapi dengan penunjuk ke isi atau ke lokasi istilah atau frasa itu ditemukan.
Definisi Indeks Buku
Daftar kata-kata
Disusun menurut abjad
Yang menunjukkan ke halaman buku
Biasanya terletak di halaman belakang buku
Selasa, Februari 23, 2010
Mamak dan Ibung
nasilah masak, kite makan...
ulam petai, hebusan tahuk lumai..
Minggu, Januari 31, 2010
Bekerja Dengan Ikhlas Karena Allah SWT.
Senin, Januari 04, 2010
TOPOLOGI JARINGAN
1. Topologi bus
Pada topologi linear bus semua PC (terminal) dihubungkan pada jalur data (bus) yang berbentuk garis lurus (linear). Sehingga, data yang dikirim akan melalui semua terminal pada jalur tersebut. Jika alamat data tersebut sesuai dengan alamat yang dilalui, maka data tersebut akan diterima dan diproses. Namun, jika alamat tidak sesuai, maka data akan diabaikan oleh terminal yang dilalui dan pencarian alamat akan diteruskan hingga ditemukan alamat yang sesuai.
Keunggulan:
•Pengembangan jaringan atau penambahan workstation baru dapat dilakukan dengan mudah tanpa mengganggu workstation lain.
•mudah dikembangkan
•tidak membutuhkan kendali pusat
•layout kabel sederhana
•penambahan dan pengurangan terminal dapat dilakukan tanpa mengganggu operasi yang berjalan.
Kelemahan:
•Bila terdapat gangguan di sepanjang kabel pusat maka keseluruhan jaringan akan mengalami gangguan.
•deteksi dan isolasi kesalahan sangat kecil
•kepadatan lalu lintas tinggi
•keamanan data kurang terjamin
•kecepatan akan menurun bila jumlah user (pemakai) bertambah
•diperlukan repeater untuk jarak jauh
2. Topologi Cincin (ring)
Topologi cincin adalah topologi jaringan berbentuk rangkaian titik yang masing-masing terhubung ke dua titik lainnya, sedemikian sehingga membentuk jalur melingkar membentuk cincin. Pada topologi cincin, komunikasi data dapat terganggu jika satu titik mengalami gangguan. Jaringan FDDI mengantisipasi kelemahan ini dengan mengirim data searah jarum jam dan berlawanan dengan arah jarum jam secara bersamaan.
Pada topologi ring semua PC (terminal) dihubungkan pada jalur data (bus) yang membentuk lingkaran. Sehingga, setiap terminal dalam jaringan saling tergantung. Akibatnya, apabila terjadi kerusakan pada satu terminal, maka seluruh jaringan akan terganggu.
Keunggulan:
•hemat kabel
•tidak perlu penanganan bundel kabel khusus
•dapat melayani lalu lintas data yang padat
Kelemahan:
•peka kesalahan
•pengembangan jaringan lebih kaku
•lambat
•kerusakan pada media pengirim/ terminal dapat melumpuhkan kerja seluruh jaringan
3. Topologi Bintang (Star)
Topologi bintang merupakan bentuk topologi jaringan yang berupa konvergensi dari node tengah ke setiap node atau pengguna. Topologi jaringan bintang termasuk topologi jaringan dengan biaya menengah.
Pada topologi star semua PC (terminal) dihubungkan pada terminal pusat (server) yang menyediakan jalur komunikasi khusus untuk terminal yang akan berkomunikasi. Sehingga, setiap pengiriman data yang terjadi akan melalui terminal pusat.
Keunggulan:
•Kerusakan pada satu saluran hanya akan mempengaruhi jaringan pada saluran tersebut dan station yang terpaut.
•Tingkat keamanan termasuk tinggi.
•Tahan terhadap lalu lintas jaringan yang sibuk.
•Penambahan dan pengurangan station dapat dilakukan dengan mudah.
•paling fleksibel karena pemasangan kabel mudah
•penambahan atau pengurangan terminal sangat mudah dan tidak mengganggu bagian jaringan yang lain
•kontrol terpusat sehingga memudahkan dalam deteksi dan isolasi kesalahan serta memudahkan pengelolaan jaringan
Kelemahan:
•Jika node tengah mengalami kerusakan, maka seluruh jaringan akan terhenti.
•boros kabel
•kontrol terpusat (HUB) jadi elemen kritis
•perlu penanganan khusus bundel kabel
4. Topologi Jala (Mesh)
Topologi jala atau mesh adalah sejenis topologi jaringan yang menerapkan hubungan antarsentral secara penuh. Jumlah saluran harus disediakan untuk membentuk jaringan ini adalah jumlah sentral dikurangi 1 (n-1, n = jumlah sentral). Tingkat kerumitan jaringan sebanding dengan meningkatnya jumlah sentral yang terpasang. Topologi ini selain kurang ekonomis juga relatif mahal dalam pengoperasiannya.
DAFTAR PUSTAKA
1. http://id.wikipedia.org/wiki/Topologi_jaringan
2. http://www.digituck.com/pengertian-jaringan-komputer.html
3. http://id.shvoong.com/exact-sciences/1731620-apa-itu-topologi-jaringan/
4. http://images.google.co.id/imgres?imgurl=http://1.bp.blogspot.com/_
(ditelusur Tgl. 22 Desember 2009)
Minggu, Januari 03, 2010
Konferensi Video
Sejarah
Perkembangan teknologi komunikasi membawa perubahan pada proses penyampaian informasi. Bentuk informasi yang disampaikan tidak hanya audio, tetapi juga visual. Konferensi video menggunakan telekomunikasi audio dan video untuk membawa orang-orang di berbagai tempat mengadakan rapat bersama. Konsep konferensi video sama seperti percakapan antara dua orang (point-to-point) atau melibatkan beberapa tempat (multi-point) dengan lebih dari satu orang di ruangan besar pada tempat berbeda. Selain pengiriman audio dan visual kegiatan pertemuan, konferensi video dapat digunakan untuk berbagi dokumen, informasi yang diperlihatkan komputer, dan papan tulis.
Konferensi video analog sederhana dapat ditetapkan sebagai awal penemuan televisi. Sistem konferensi video biasanya terdiri dari dua sistem sirkuit televisi tertutup yang terhubung melalui kabel. Sejak awal penerbangan pertama ke luar angkasa, NASA menggunakan dua frekuensi radio (UHF atau VHF). Saluran televisi secara rutin menggunakan konferensi video semacam ini misalnya ketika melaporkan dari lokasi jauh. Kemudian hubungan aktif ke satelit menggunakan truk dengan peralatan khusus menjadi agak lazim.
Teknik ini sangat mahal dan tidak bisa digunakan untuk aplikasi seperti telemedicine, pendidikan jarak jauh, dan pertemuan bisnis. Usaha menggunakan jaringan telepon normal untuk mengirim video scan lambat, seperti sistem pertama yang dikembangkan oleh AT&T, sebagian besar gagal karena kualitas gambar yang kurang baik dan ketiadaan teknik kompresi video yang efisien. Pada 1970-an, semakin besar 1 MHz bandwidth dan 6 Mbit/s angka bit dari Picturephone tetapi tidak juga menyebabkan layanan menjadi makmur.
Pada 1980-an, jaringan pengiriman telepon digital menjadi mungkin, seperti Integrated Services Digital Networks atau ISDN, meyakinkan angkat bit minimum (biasanya 128 Kbps) untuk pengiriman kompresi audio dan video. Sistem terdedikasi pertama mulai muncul di pasar sebagai perluasan jaringan ISDN di seluruh dunia. Pada 1990-an, sistem telekonferensi video berkembang dengan cepat dari peralatan pribadi sangat mahal, perangkat lunak dan persyaratan jaringan untuk teknologi berbasis standar yang tersedia untuk masyarakat umum dengan biaya yang wajar.
Akhirnya, pada 1990-an, Internet Protocol atau IP berbasis konferensi video menjadi mungkin dan teknologi kompresi video lebih efisien telah dikembangkan sehingga memungkinkan desktop atau komputer pribadi berbasis konferensi video. Pada 1992, CU-SeeMe dikembangkan di Cornell oleh Tim Dorcey et al., IVS dirancang di INRIA, telekonferensi video tiba ke masyarakat dan layanan gratis, web plugin dan perangkat lunak, seperti NetMeeting, MSN Messenger, Yahoo Messenger, SightSpeed, Skype dan lain-lain membawa kemurahan, meskipun kualitas rendah.
Teknologi
Teknologi inti yang digunakan dalam konferensi video adalah sistem kompresi digital audio dan video stream secara nyata. Perangkat keras atau perangkat lunak yang melakukan kompresi disebut codec. Angka kompresi dapat dicapai hingga 1:500. Digital yang dihasilkan aliran 1s dan 0s dibagi menjadi paket label, yang kemudian dikirimkan melalui jaringan digital (biasanya ISDN atau IP). Penggunaan modem audio dalam saluran pengiriman memungkinkan penggunaan Plain Old Telephone System atau POTS, dalam beberapa aplikasi kecepatan rendah, seperti videotelephony, karena POTS mengubah getaran digital ke atau dari gelombang analog dalam rentang spektrum audio.
Komponen lain yang dibutuhkan untuk sistem konferensi video meliputi:
Video input: kamera video atau webcam
Video output: monitor komputer, televisi atau proyektor
Audio input: mikrofon
Audio output: biasanya pengeras suara yang berkaitan dengan perangkat layar atau telepon
Data transfer: jaringan telepon analog atau digital, LAN atau Internet
Pada dasarnya ada dua jenis sistem konferensi video:
1. Sistem terdedikasi mempunyai semua komponen yang dibutuhkan dikemas ke dalam satu peralatan, biasanya sebuah konsol dengan kamera video pengendali jarak jauh kualitas tinggi. Kamera ini dapat dikontrol dari jarak jauh untuk memutar ke kiri dan kanan, atas dan bawah serta memperbesar, yang kemudian dikenal sebagai kamera PTZ. Konsol berisi semua hubungan listrik, kontrol komputer, dan perangkat lunak atau perangkat keras berbasis codec. Mikrofon omnidirectional terhubung ke konsol seperti monitor televisi dengan pengeras suara dan/atau proyektor video. Ada beberapa jenis perangkat yang didedikasikan untuk konferensi video:
1. Konferensi video kelompok besar: non-portabel, besar, perangkat yang digunakan lebih mahal untuk ruangan besar dan auditorium.
2. Konferensi video kelompok kecil: non-portabel atau portabel, lebih kecil, perangkat lebih murah yang digunakan untuk ruang rapat kecil.
3. Konferensi video individual: biasanya perangkat portabel, dimaksudkan untuk satu pengguna, mempunyai kamera tetap, mikrofon, dan pengeras suara terintegrasi ke dalam konsol.
2. Sistem desktop biasanya menambahkan papan perangkat keras ke komputer pribadi normal dan mentransformasikannya menjadi perangkat konferensi video. Berbagai kamera dan mikrofon berbeda dapat digunakan dengan papan, yang berisi codec yang diperlukan dan pengiriman tatap muka. Sebagian besar sistem desktop bekerja dengan standar H.323. Konferensi video dilakukan melalui komputer yang tersebar, yang juga dikenal sebagai e-meeting
Acoustic echo cancellation
Fitur mendasar dari sistem konferensi video profesional adalah Acoustic Echo Cancellation atau AEC. Echo dapat didefinisikan sebagai sumber gelombang interferensi yang direfleksikan dengan gelombang baru yang diciptakan oleh sumber. AEC adalah suatu algoritma yang mampu mendeteksi ketika suara atau ucapan masuk kembali ke audio input dari codec konferensi video, yang berasal dari keluaran audio dari sistem yang sama setelah beberapa waktu. Apabila tidak diperiksa, dapat menyebabkan beberapa masalah seperti:
1. Mendengar kembali suara sendiri (biasanya tertunda secara signifikan).
2. Kuat gema, membuat saluran suara menjadi tidak berguna karena sulit untuk memahami.
3. Melolong dibuat oleh umpan balik (feedback).
Echo cancellation adalah tugas prosesor intensif yang biasanya bekerja atas kisaran sempit suara penundaan.
Multipoint videoconference
Konferensi video bersama antara tiga tempat jauh atau lebih dimungkinkan melalui Multipoint Control Unit atau MCU. MCU merupakan jembatan yang menghubungkan panggilan dari beberapa sumber dalam cara yang mirip dengan panggilan audio konferensi. Semua pihak memanggil unit MCU, atau unit MCU juga dapat menghubungi pihak-pihak yang akan berpartisipasi, secara berurutan.
Ada jembatan MCU untuk IP dan ISDN berbasis konferensi video. Ada MCU yang murni perangkat lunak, dan yang lain merupakan kombinasi dari perangkat keras dan perangkat lunak. Sebuah MCU dikarakterisasi berdasarkan jumlah panggilan simultan yang dapat ditangani, kemampuan MCU untuk melakukan perubahan protokol dan tarif data serta fitur-fitur lain. MCU dapat berdiri sendiri sebagai perangkat keras atau dapat dimasukkan ke dalam unit konferensi video terdedikasi.
Beberapa sistem mampu melakukan konferensi multipoin tanpa MCU. Hal ini menggunakan teknik standar H.323 yang dikenal sebagai decentralized multipoint, dimana setiap stasiun dalam panggilan multipoin bertukar video dan audio secara langsung dengan stasiun lain tanpa pusat pengaturan. Keuntungan dari teknik tanpa MCU adalah video dan audio secara umum memiliki kualitas yang lebih tinggi karena tidak harus disampaikan melalui titik pusat. Selain itu, pengguna dapat membuat panggilan multipoin ad-hoc tanpa memerdulikan ketersediaan atau kontrol dari MCU.
Kelebihan dan Kekurangan
Kelebihan konferensi video antara lain:
Meningkatkan produktivitas karena kemampuan VTC untuk berbagi dokumen, ide atau gambar dengan mudah.
Menghemat biaya.
Menghemat waktu.
Kelemahan konferensi video antara lain:
Harga masih terbilang mahal untuk dimiliki sehingga hanya perusahaan atau organisasi tertentu yang mempunyai cukup dana dan sangat membutuhkan yang memiliki konferensi video.
Alat-alat untuk konferensi video sulit didapat dan proses penginstalan harus ekstra hati-hati agar tidak salah.
Masalah
Ada dua masalah yang menonjol mencegah konferensi video menjadi bentuk komunikasi standar meskipun dimana-mana sistem mempunyai kemampuan konferensi video.
1. Kontak mata: Telah diketahui bahwa kontak mata memainkan peran besar dalam percakapan, merasa perhatian dan niat serta aspek lain dari komunikasi kelompok. Sementara percakapan telepon biasa tidak memberikan isyarat kontak mata, konferensi video dapat dikatakan lebuh buruk dimana memberi kesan yang salah bahwa berbicara jarak jauh adalah menghindari kontak mata.
2. Penampilan kesadaran: Masalah kedua dengan konferensi video adalah saat sedang di depan kamera, dengan aliran video secara mungkin dapat direkam. Beban presentasi yang dapat diterima pada penampilan layar tidak hadir dalam komunikasi audio saja. Penambahan video sebenarnya mengganggu komu
http://id.wikipedia.org/wiki/Konferensi_videonikasi, mungkin karena kesadaran saat di depan kamera.
SMART Board (Papan tulis pintar )
Dalam perkembangannya, perangkat eBeam generasi pertama tidak begitu banyak dikenal karena harganya yang terlalu mahal dan penggunaannya yang tidak bersahabat sehingga menjadi penghambat. Sebuah perusahaan Indonesia, Sahitel, belum lama ini memperkenalkan papan tulis pintar yang disebut Sahiboard yang mengintegrasikan proyektor digital dan komputer untuk memperluas aktivitas belajar-mengajar.
Papan tulis elektronik Sahiboard sebenarnya merupakan produk Original Equipment Manufacturing buatan China. Produk sejenis dibuat Julong Educational Technology Co Ltd yang menyebut produknya sebagai IP Board Interactive Whiteboard.
Sahiboard memiliki beberapa ukuran, mulai dari 73 inci (diagonal 185,4,5 cm), 77 inci (195,5 cm), 85 inci (215,9 cm), serta 100 inci (254 cm). Sahiboard bisa berfungsi sebagai papan whiteboard dan ketika terhubung dengan komputer dan proyektor digital menjadi whiteboard interaktif yang mengendalikan jalannya komputer.
Menggunakan teknologi yang disebut electromagnetic sensing, Sahiboard bisa langsung mengendalikan aplikasi komputer langsung di atasnya, atau digunakan untuk menulis atau menggambar di atas permukaannya, serta mampu memberikan catatan di atas aplikasi komputer yang sedang digunakan. Catatan ini kemudian bisa disimpan, dicetak, serta didistribusikan pada saat proses belajar-mengajar selesai.
Ada dua cara menghubungkan Sahiboard ini dengan komputer, menggunakan kabel USB ke serial atau koneksi serial nirkabel. Koneksi nirkabel bereaksi lebih lambat dibandingkan menggunakan kabel USB, tapi memberikan keuntungan tak ada kabel yang melintang dan bisa mengganggu guru atau pelatih yang sedang memberikan pelajaran.
Sensor elektromagnetis berfungsi bersamaan dengan penggunaan alat bantu tulis (mirip seperti stylus pada perangkat PDA) yang digerakkan oleh baterai dan perlu dikalibrasi untuk menyesuaikan dengan tayangan layar komputer yang diproyeksikan. Papan cerdas Sahiboard diharapkan bisa meningkatkan interaktivitas, efisiensi, serta menghemat waktu, baik dalam proses belajar-mengajar atau dalam sebuah pertemuan rapat perusahaan.
Banyak fungsi
Cara penggunaan Sahiboard mudah serta memiliki beberapa kemampuan dan fungsi, seperti fungsi mouse, kemampuan untuk menulis dalam format pen, kemampuan untuk menggambar di atas papan membentuk lingkaran, segitiga, dan lainnya, fungsi pembesaran, berkomunikasi jarak jauh menggunakan jaringan internet, serta fungsi-fungsi lainnya.
Masalahnya, komunikasi untuk menjadikan Sahiboard sebagai medium pengantar konferensi video jarak jauh menggunakan aplikasi Netmeeting yang tersedia pada sistem operasi Windows. Aplikasi ini membutuhkan bandwith yang besar agar para peserta konferensi video jarak jauh bisa nyaman mengikuti presentasi.
Persoalan lain yang juga mengganggu dalam penggunaan Sahiboard adalah pola penyimpanan serta pencetakan catatan- catatan yang dibuat di atas aplikasi yang sedang digunakan, dilakukan menggunakan format PNG, JPG, BMP, atau HTML. Sering kali, ketika dicoba Kompas, hasil tulisan di atas tayangan aplikasi PowerPoint yang tersimpan dalam format BMP mengurangi ketajaman menyebabkan tulisan menjadi sulit dibaca.
Terlepas persoalan ini, papan tulis cerdas Sahiboard merupakan bagian dari perkembangan pesat interactive electronic whiteboard yang memberikan peluang untuk mendorong terjadi interaksi dan kolaborasi dalam proses belajar-mengajar. Kombinasi tayangan yang besar serta kualitas interaktif yang membaik serta konvergensi teknologi yang luas menjadikan Sahiboard sebagai perangkat belajar-mengajar yang berharga. (rlp)
SMART BOARD , yaitu papan tulis interaktif yang membuat belajar di kelas lebih lancar dan menyenangkan. SMART Board memberikan tampilan komputer lewat proyektor. Jika papan biasa tak terpengaruh bila layar disentuh atau dicoret-coret, SMART white board menerima itu semua sebagai input.
Komponen utamanya ada tiga , yaitu komputer, proyektor dan papan tulis, setiap komponen terhubung dengan USB, serial data , ataupun wireles. Mekanisme kerjnya cukup simpel, jika tombol start disentuh , SMART Board langsung meng-convertnya sebagai input pada komputer. Teknologi ini disebut DviT ( digital vision touch ), teknologi ini membuat tangan layaknya mouse. Jadi bis langsung mendobel click, pointing, dan men-drag objek langsung di layar, jadi tak perlu lagi asisten dalam sebuah presentasi.
http://images.google.co.id/imgres?imgurl=http://amirwahab.files.wordpress.com/
Pengembangan Perpustakaan Bebasis Teknologi Informasi (TI)
Perpustakaan adalah institusi pengelola koleksi karya tulis, karya cetak, dan/atau karya rekam secara professional dengan system yang baku guna memenuhi kebutuhan pendidikan, penelitian, pelestarian informasi, dan rekreasi para pemustaka (UU No. 43, 2007: Bab I).
Perkembangan perpustakaan berjalan dengan perkembangan peradaban dan budaya umat manusia. Perpustakaan merupakan mata rantai sejarah umat manusia yang dapat ditulis atau dibukukan, direkam, dan diabadikan atau disimpan di perpustakaan. Perpustakaan merupakan sumber ilmu pengetahuan, sumber inspirasi, sumber inovasi, dan sumber referensi (Sutarno, 2004: ? ).
Perpustakaan dalam segala bentuk dan jenisnya merupakan institusi yang bersifat ilmiah, informatif dan edukatif. Sehingga semua kegiatannya mengandung nilai dan unsure pembelajaran, penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan yang berorientasi pada pencerahan dan menambah wawasan bagi penggunanya (Suwarno, 2007: 36).
Teknologi informasi adalah seperangkat alat yang membantu anda bekerja dengan informasi dan melakukan tugas-tugas yang berhubungan dengan pemrosesan informasi. Teknologi informasi adalah teknologi komputer yang digunakan untuk memproses, menyimpan informasi dan mengirimkan informasi.
Penerapan teknologi informasi (TI) di perpustakaan merupakan wujud dari suatu perubahan layanan, yang mendorong melakukan modernisasi pelayanan dan penerapan TI dalam aktivitas kesehariannya. Penerapan TI sudah menjadi ukuran untuk mengetahui tingkat kemajuan dari perpustakaan, bukan lagi pada besarnya gedung yang dipakai, banyaknya rak buku, atau berjubelnya pengguna. Tetapi dilihat dari semakin canggih dan otomastis kinerja perpustakaan. Sebab dengan TI akan lebih banyak yang dikerjakan dan dilayani.
Pengembangan TI diperpustakaan difungsikan untuk mengidentifikasi, mengumpulkan, dan mengelola data, serta menyediakannya menjadi informasi yang berguna bagi masyarakat dalam kemasan digital yang fleksibel dan mudah dimanfaatkan. Layanan perpustakaan dilakukan secara prima dan berorientasi bagi kepentingan pemustaka.
Setiap perpustakaan mengembangkan layanan perpustakaan sesuai dengan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi (UU No. 43, 2007: Bab V). Untuk mendukung terwujudnya layanan prima, ada beberapa langkah yang harus dilakukan perpustakaan, yaitu: modernisasi fasilitas perpustakaan; pembangunan koleksi yang kuat sesuai tuntutan kurikulum dan pemakai; penataan system layanan yang cepat, mudah dan aman; serta penataan kondisi fisik perpustakaan ( Media Pustakawan Vol. 14, 2007: 30).
Manfaat penggunaan teknologi informasi dalam perpustakaan yaitu: meningkatkan kualitas layanan, memberikan kemudahan dalam pengambilan keputusan dan pengembangan otomasi perpustakaan (Supriyanto dan Muhsin, 2008: 24).
Otomasi perpustakaan (library outomation) adalah seperangkat aplikasi komputer untuk kegiatan di perpustakaan yang terutama bercirikan penggunaan pangkalan data ukuran besar, dengan kandungan cantuman tekstual yang dominan, dengan fasilitas utama dalam menyimpan, menemukan, dan menyajikan informasi (Pendit, 2008: 222).
Kemajuan Ti akan memberikan manfaat bagi otomasi perpustakaan, yaitu: mengefisiensikan dan mempermudah pekerjaan; memberikan layanan yang lebih baik kepada pengguna; meningkatkan citra perpustakaan dan mengembangkan infrastruktur (Supriyanto dan Muhsin, 2008: 37).
Berkat teknologi perkembangan teknologi informasi kini telah berkembang perpustakaan digital (digital library), perpustakaan maya, layanan terpasang (online), dan akses informasi melalui internet, yang memungkinkan orang memperoleh banyak kemudahan. Sementara teknologi telekomunikasi akan dapat mengatasi jarak dan waktu baik dalam berkomunikasi, mengakses maupun memperoleh informasi secara lebih cepat dan tepat. Aplikasi teknologi informasi untuk perpustakaan harus sesuai dengan kebutuhan, dikelola oleh tenaga profesional dan dimanfaatkan secara optimal (Sutarno, 2006: 277-278).
Perpustakaan mengembangkan konsep berbagi informasi dengan tujuan untuk memaksimalkan fungsi-fungsi layanan perpustakaan, antara lain menambah sumber informasi yang tersedia; menambah aksesbilitas sumber informasi; mengurangi biaya operasional dan meningkatkan penyerapan sumber informasi (Yusuf, 2009: 396).
MINAT BACA
Perpustakaan wajib mendukung dalam memasyarakatkan gerakan nasional gemar membaca melalui penyediaan karya tulis, karya cetak, dan karya rekam (UU RI. No. 43, 2007)
Minat baca dalam masyarakat kita mulai merangkak meskipun belum mencapai tahapan yang signifikan. Minat itu perlu ditumbuhkembangkan terus menerus untuk mencapai masyarakat yang cerdas secara religi, intelektual, sosial, dan ekonomi. Sebab membaca merupakan pintu gerbang informasi, ilmu pengetahuan dan pendukung kecerdasan bangsa. Dengan membaca sejumlah literature, siskusi, dan mengikuti pertemuan ilmiah, seseorang mampu mengasah otak, memperoleh wawasan, dan meningkatkan ilmu pengetahuan. (Lasa HS. 2009)
Perpustakaan memberikan jasa layanan pemanfaatan segala koleksi yang dimiliki kepada segenap anggota masyarakat yang membutuhkannya. Jenis-jenis koleksi yang dimaksud dapat dikelompokkan kedalam dua kategori utama yang meliputi bahan berupa buku dan bahan bukan buku (Yusup, 2009: 401)
Di negara berkembang, masayarakat masih bergulat dengan kesulitan ekonomi sehingga kebutuhan yang mendesak ialah pangan, pakaian, dan papan. Dengan demikian, kebutuhan cultural dirasakan sebagai kebutuhan yang kurang mendesak sehingga membaca masih dirasakan sebagai membuang waktu belaka (Suwarno, 2007: 31).
DAFTAR PUSTAKA
1. Sutarno NS. Manajemen Perpustakaan: Suatu Pendekatan Terpadu. Jakarta: Semitra Media Utama, 2004.
2. Indonesia. Undang-Undang Republik Indonesia No. 43 Tahun 2007 Tentang Perpustakaan. Perpustakaan Nasional RI, 2007.
3. Lasa HS. Peran Perpustakaan dan Penulis Dalam Meningkatkan Minat Baca Masyarakat. Jakarta Perpustakaan Nasional RI. Visipustaka:Majalah Perpustakaan: Vol. 11 No.2, Agustus 2009:6
4. Yusuf, Pawit M. Ilmu Informasi, Komunikasi, dan Kepustakawanan. Jakarta: Bumi Aksara, 2009.
5. Suwarno, Wiji. Dasar-Dasar Ilmu Perpustakaan: Sebuah Pendekatan Terpadu. Yogyakarta: Ar-Ruzz, 2007.
Selasa, Desember 01, 2009
Strategi Pemasaran Dengan Konsep AIDA (Aware, Interest, Desire dan Action)
Perpustakaan adalah ruang atau tempat yang menyediakan berbagai koleksi yang disediakan untuk penggunanya. Perpustakaan pada umumnya merupakan suatu lembaga layanan sosial yang mampu memberikan sesuatu yang berguna bagi masyarakat. Sesuatu itu berupa informasi, pendidikan, rekreasi , penelitian dan pengembangan budaya. Oleh karena itu diperlukan suatu upaya mensosialisasikan atau memasyarakatkan atas keberadaan dan kegunaan perpustakaan.
Strategi AIDA (Aware, Interest, Desire dan Action) dapat diterapkan dalam upaya Promosi dan publikasi perpustakaan supaya pengguna dapat mengenal, memahami dam memanfaatkan informasi yang dibutuhkan.
AWARE
Langkah pertama tentunya harus menyadari, tahu (aware) akan keberadaan Perpustakaan Unika Atma Jaya. Pengguna menyadari bahwa Unika Atma Jaya merupakan lembaga pendidikan yang mempunyai beberapa fakultas dan jurusan. Unika Atma Jaya membuka program sarjana strata satu (S1), pascasarjana (S2) dan Doktor. Dengan demikian pasti ada Perpustakaan untuk menunjang proses belajar dan mengajar tersebut. Pengguna sadar, tahu (aware) akan keberadaan Perpustakaan Unika Atma Jaya.
INTEREST
Setelah menyadari keberadaan Perpustakaan Unika Atma Jaya, pengguna akan berusaha mencari tahu segala sesuatu supaya keinginannya terpenuhi. Supaya paham, tertarik, menarik perhatian (interest) maka Perpustakaan Unika Atma Jaya memerlukan promosi atau publikasi yang akan menyadarkan pengguna, bahwa informasi yang dibutuhkan ada di Perpustakaan Unika Atma Jaya. Publikasi yang dilakukan antara lain:
1. Media cetak seperti penyebaran brosur, bulletin, spanduk dan lain-lain.
2. Media elektronik seperti membuat situs (homepage) yaitu AtmaLib.
3. Membuat film dokumenter tentang Perpustakaan.
4. Mengadakan berbagai kegiatan yang melibatkan keikutsertaan masyarakat, misalnya pameran dan perlombaan.
5. Mengadakan seminar ilmiah, diskusi, bedah buku dan lain-lain.
6. Memberikan hadiah buku atau menyumbangkan buku kepada pemakai perpustakaan.
DESIRE
Dengan adanya publikasi seperti di atas, sehingga menimbulkan hasrat, keinginan (desire) pengguna untuk datang ke Perpustakaan Unika Atma Jaya. Misalnya melalui atmaLib pengguna dapat mencari (search) informasi yang mereka inginkan secara online. Begitu juga dengan brosur dan bulletin atmaLib, pengguna dapat mengetahui koleksi dan fasilitas apa saja yang dapat mereka manfaatkan.
ACTION
Setelah pengguna menginginkan informasi yang ada di Perpustakaan Unika Atma Jaya, tentunya akan berusaha supaya informasi tersebut mereka dapatkan. Pengguna akan datang sendiri atau hanya berkomunikasi melalui media yang ada. Pengguna yang datang ke Perpustakaan, tentunya akan mendapatkan pelayanan yang baik dan sesui dengan yang diinginkan. Dengan datang dan melihat langsung koleksi yang ada, pengguna akan melakukan tindakan (action) dengan cara mencatat, memfotokopi atau hanya berkonsultasi dengan pustakawan tentang informasi yang dibutuhkan.
Kesimpulan:
Proses mencari sampai mendapatkan informasi di Perpustakaan merupakan contoh dari strategi atau konsep AIDA. Yaitu:
1. memahami atau menyadari sesuatu (aware) yaitu keberadaan Perpustakaan.
2. Kemudian memahami dan tertarik (interest) akan koleksi atau informasi yang ada.
3. lalu menginginkan, ada hasrat (desire) untuk melihat langsung koleksi.
4. Setelah ada keinginan untuk mendapatkan informasi yang dicari, maka pengguna datang ke Perpustakaan untuk melakukan tindakan (action) dengan cara meminjam, mencatat atau memfotokopi koleksi yang diinginkan.
Senin, November 23, 2009
Kerjasama Jaringan Perpustakaan
Pengertian kerjasama antarperpustakaan adalah kerjasama yang melibatkan dua perpustakaan atau lebih. Disamping konsep kerjasama berkembang pula konsep jaringan (network) dimana selain melibatkan perpustakaan juga melibatkan organisasi lain yang berkecimpung dalam bidang-bidang informasi seperti pusat informasi, pusat dokumentasi, clearing house, pusat rujukan,pusat analisa informasi dan lain-lain (Sulystio-Basuki, 1992).
Bentuk kerjasama
Bentuk kerjasama perpustakaan yang lazim dilakukan antara lain adalah:
Kerjasama pengadaan
Kerjasama ini dilakukan oleh beberapa perpustakaan saling bekerjasama dalam pengadaan bahan pustaka (buku). Masing-masing perpustakaan bertanggungjawab atas kebutuhan informasi pemakainya dengan memilih buku atas dasar permintaan pemakainya atau berdasarkan dugaan pengetahuan pustakawan atas keperluan pemakainya. Buku-buku kebutuhan pemakai tadi pengadaannya dilakukan bersama oleh perpustakaan yang ditunjuk sebagai koordinator kerjasama. Penempatan koleksi dilakukan di masing-masing perpustakaan yang memesan buku tersebut, namun buku-buku tersebut dapat digunakan secara bersama oleh pemakai masing-masing perpustakaan.
Kerjasama Pertukaran dan Redistribusi
Kerjasama pertukaran dilakukan dengan cara penukaran publikasi badan induk perpustakaan tersebut dengan perpustakaan lain tanpa harus membeli. Cara ini biasa dilakukan untuk mendapatkan publikasi yang tidak dijual atau publikasi yang sulit dilacak di toko-toko buku. Pertukaran ini biasanya dilakukan dengan prinsip seleksi pustaka.
Kerja sama pengolahan
Dalam bentuk kerjasama ini, perpustakaan bekerjasama untuk mengolah bahan pustaka. Biasanya pada perpustakaan universitas dengan berbagai cabang atau perpustakaan umum dengan cabang-cabangnya. Pengolahan bahan pustaka (pengkatalogan, pengklasifikasian, pemberian label buku, kartu buku dan lain-lain) dikerjakan oleh satu perpustakaan yang menjadi koordinator kerjasama.
Kerja sama penyediaan fasilitas
Bentuk kerjasama ini mungkin terasa janggal bagi perpustakaan di negara maju karena perpustakaan mereka umumnya selalu terbuka untuk dipakai oleh pemakai umum. Dalam bentuk ini, perpustakaan bersepakat bahwa koleksi mereka terbuka bagi pengguna perpustakaan lainnya. Perpustakaan biasanya menyediakan fasilitas berupa kesempatan menggunakan koleksi, menggunakan jasa perpustakaan seperti penelusuran, informasi kilat, penggunaan mesin fotokopi, namun tidak membuka kesempatan untuk meminjam. Biasanya peminjaman buku untuk peminjam bukan anggota dilakukan dengan menggunakan fasilitas pinjam antar perpustakaan.
Kerja sama pinjam antar perpustakaan
Bentuk kerjasama ini dilakukan karena pengguna perpustakaan lain tidak boleh meminjam koleksi perpustakaan lain. Sebagai gantinya maka perpustakaannya yang meminjamkan buku dari perpustakaan lain kemudian perpustakaan perpustakaan tersebut meminjamkan kepada pemakainya. Yang bertanggungjawab terhadap peminjaman buku tersebut adalah perpustakaan yang meminjam.
Kerja sama antar pustakawan
Kerjasama ini dilakukan antar pustakawan untuk memecahkan beberapa permasalahan yang dihadapi oleh para pustakawan. Bentuk kerjasama ini berupa penerbitan buku panduan untuk pustakawan, pertemuan antar pustakawan, kursus penyegaran untuk pustakawan dan lain-lain.
Dua perpustakaan atau lebih menyusun katalog perpustakaan secara bersama-sama. Katalog tsb berisi keterangan tentang buku yang dimiliki oleh perpustakaan peserta kerjasama disertai dengan keterangan mengenai lokasi buku tsb. Kerjasama seperti ini bukan hal baru di Indonesia. Bahkan beberapa katalog induk sudah banyak yang diterbitkan secara nasional, antara lain beberapa diterbitkan oleh Pusat Dokumentasi dan Informasi Ilmiah LIPI.
Kerja sama Pemberian Jasa dan Informasi
Bentuk kerjasama ini adalah dilakukan oleh dua atau lebih perpustakaan yang sepakat untuk bekerjasama saling memberikan jasa informasi. Salah satu bentuk kerjasama ini adalah pinjam antar perpustakaan, jasa penelusuran, dan jasa fotokopi. Kerjasama seperti ini melibatkan semua sumberdaya yang ada di perpustakaan. Jadi tidak terbatas pada pinjam antar perpustakaan saja.
Kamis, November 19, 2009
Sejarah Perkembangan Tanaman Kopi di Indonesia

Tanaman kopi bukan tanaman asli Indonesia, melainkan jenis tanaman berasal dari benua Afrika. Tanaman kopi dibawa ke pulau Jawa pada tahun 1696, tetapi pada waktu itu masih dalam taraf percobaan.
Di Jawa, tanaman kopi ini mendapat perhatian sepenuhnya baru pada tahun 1699, karena tanaman tersebut dapat berkembang dan berproduksi baik. Bibit kopi Indonesia didatangkan dari Yaman. Pada waktu itu jenis yang didatangkan adalah kopi Arabika.
Percobaan penanamn ini pada mulanya berada disekitar Jakarta. Setelah percobaan penanaman di daerah ini ternyata berhasil baik, kemudian biji-biji itu dibagi-bagikan kepada para Bupati di Jawa Barat untuk ditanam di daerah masing-masing; ternyata hasilnya pun baik.
Hasil-hasil tersebut harus diserahkan kepada V.O.C dengan harga yang sangat rendah, dengan penyerahan secara paksa. Maka tanaman yang semula hanya sebagai tanaman percobaan, akhirnya menjadi tanaman yang dipaksanakan kepada petani.
Setelah diketahui bahwa tanaman kopi itu hasilnya terus meningkat, maka perluasan tanaman terus ditingkatkan, terutama di pulau Jawa. Selanjutnya tanaman itu lebih dipaksakan lagi dengan adanya "Culturstelsel".
Mulai saat itu banyak pengusaha yang memperluas usahanya dalam lapangan perkebunan, terutama di Jawa Tengah dan Jawa Timur pada tanah-tanah usaha swasta. Selanjutnya tanaman perkebunan itu lebih besar lagi setelah dikeluarkan Undang-undang Agraria tahun 1870. Perusahaan perkebunan itu bisa memperluas isahanya pada tanah milik negara dengan jangka yang sangat panjang.
Mula-mula pertanaman kopi perkebunan ini banyak terdapat di Jawa Tengah, yaitu daerah Semarang, Sala, Kedu, dan Jawa Timur terutama di daerah Besuki dan Malang. Sedang di Sumatera terdapat di Lampung, Palembang, Sumatera Barat, dan Sumatera Timur. Sehingga sampai sekarang ini banyak perusahaan perkebunan milik negara yang berasal dari perusahaan-perusahaan asing.
Kopi Indonesia saat ini ditilik dari hasilnya, menempat peringkat keempat terbesar di dunia. Kopi memiliki sejarah yang panjang dan memiliki peranan penting bagi pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Indonesia diberkati dengan letak geografisnya yang sangatlah cocok bagi tanaman kopi. Letak Indonesia sangat ideal bagi iklim mikro untuk pertumbuhan dan produksi kopi.
Asal-usul
Pada awalnya kopi di Indonesia berada di bawah pemerintah Belanda. Kopi diperkenalkan di Indonesia lewat Sri Lanka (Ceylon). Pada awalnya pemerintah Belanda menanam kopi di daerah sekitar Batavia (Jakarta), Sukabumi dan Bogor. Kopi juga ditanam di Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Sumatra dan Sulawesi. Pada permulaan abad ke-20 perkebunan kopi di Indonesia terserang hama, yang hampir memusnahkan seluruh tanaman kopi. Pada saat itu kopi juga ditanam di Timor dan Flores. Kedua pulau ini pada saat itu berada di bawah pemerintahan bangsa Portugis. Jenis kopi yang ditanam di sana juga adalah kopi Arabika. Kopi ini tidak terserang hama.
Pemerintah Belanda kemudian menanam kopi Liberika untuk menanggulangi hama tersebut. Varietas ini tidak begitu lama populer dan juga terserang hama. Kopi Liberika masih dapat ditemui di pulau Jawa, walau jarang ditanam sebagai bahan produksi komersial. Biji kopi Liberika sedikit lebih besar dari biji kopi Arabika dan kopi Robusta. sebenarnya, perkebunan kopi ini tidak terserang hama, namun ada revolusi perkebunan dimana buruh perkebunan kopi menebang seluruh perkebunan kopi di Jawa pada khususnya dan di seluruh Indonesia pada umumnya.
Status industri saat iniRobusta menggantikan kopi Liberika. Walaupun ini bukan kopi yang khas bagi Indonesia, kopi ini menjadi bahan ekspor yang penting di Indonesia.
Bencana alam, Perang Dunia II dan perjuangan kemerdekaan - semuanya mempunyai peranan penting bagi kopi di Indonesia. Pada awal abad ke-20 perkebunan kopi berada di bawah kontrol pemerintahan Belanda. Infrastruktur dikembangkan untuk mempermudah perdagangan kopi. Sebelum Perang Dunia II di Jawa Tengah terdapat jalur rel kereta api yang digunakan untuk mengangkut kopi, gula, merica, teh dan tembakau ke Semarang untuk kemudian diangkut dengan kapal laut. Kopi yang ditanam di Jawa Tengah umumnya adalah kopi Arabika. Kopi Arabika juga banyak diproduksi di kebun - kebun seperti (Kayumas, Blawan, Kalisat/Jampit)di Bondowoso, Jawa Timur. Sedangkan kopi robusta di Jawa Timur, banyak diproduksi dari kebun - kebun seperti Ngrangkah Pawon (Kediri), Bangelan (Malang), Malangsari, Kaliselogiri (Banyuwangi). Di daerah pegunungan dari Jember hingga Banyuwangi terdapat banyak perkebunan kopi Arabika dan Robusta. Kopi Robusta tumbuh di daerah rendah sedangkan kopi Arabika tumbuh di daerah tinggi.
Setelah kemerdekaan banyak perkebunan kopi yang diambil alih oleh pemerintah yang baru atau ditinggalkan. Saat ini sekitar 92% produksi kopi berada di bawah petani-petani kecil atau koperasi.
Sejarah Perkembangan Tanaman Kopi di Dunia

Kopi sebagai salah satu komoditi non migas, memiliki pasaran yang cukup mantap di pasaran dunia, sebab dari berbagai penjuru dunia banyak orang yang suka minum kopi, karena kopi dapat diolah menjadi minuman yang lezat rasanya. Badan yang lemah dan rasa kantuk dapat hilang, setelah minum kopi panas. Apalagi orang yang sudah menjadi pecandu kopi, bila tidak minum kopi rasanya akan capai dan konsentrasi dalam berpikir terasa berkuran.
Tanaman kopi adalah suatu jenis tanaman tropis, yang dapat tumbuh dimana saja, terkecuali pada tempat-tempat yang terlalu tinggi dengan temperatur yang sangat dingin atau daerah-daerah yang tandus yang memang tidak cocok bagi kehidupan tanaman. Daerah-daerah di bumi ini yang tidak cocok untuk ditanami tanaman kopi, yaitu pada garis Lintang Utara Lautan Pasifik, daerah tropis di gurun Sahara, dan garis Lintang Selatan seluruh Lautan Pasifik serta Australia disebelah Utara dimana tanahnya sangat tandus.
Pada mulanya orang minum kopi bukanlah kopi bubuk yang berasal dari biji, melainkan dari cairan daun kopi yang masih segar atau ada pula yang menggunakan kulit buah yang disedu dengan air panas. Sudah barang tentu rasanya tidak seenak kopi bubuk, namun dapat juga menyegarkan badan, sehingga penggemarnyapun belum begitu meluas. Setelah ditemukan cara memasak kopi bubuk yang lebih sempurna, yaitu menggunakan biji kopi yang masak kemudian dikeringkan dan dijadikan bubuk sebagai bahan minuman, akhirnya penggemarnya cepat meluas. Negara pemakai kopi pertama-tama adalah Arabia (pertengahan abad XV) dan kemudian menyebar luas di negara Timur Tengah, seperti Kairo pada tahun 1510 dan Konstantinopel (Turki) lebih kurang pada tahun 1550. Selanjutnya pada tahun 1616 kopi ini mulai masuk Eropa, yakni di Venesia. Sedangkan di Inggris pemakaian kopi baru pada tahun 1650.
Sampai sekarang kita ketahui bahwa kopi dan teh merupakan dunia yang sangat penting di dunia Barat. Walaupun asal kopi itu dari negara Afrika, tetapi sedikit sekali penduduk asli yang minum kopi. Di Ethiopia, kopi itu diminum dengan makanan lemak, selain bijinya daunnya pun dapat disedu dengan air panas.
Nama-nama jenis tanaman kopi sulit ditentukan, karena spesies ditentukan oleh beberapa pengarang buku dari 25 sampai 100 lebih. Wellman (1961) menyusun daftar sebanyak 64 spesies, tetapi ada yang dianggap hanya sebagai varietas saja. Maka jenis spesies yang tepat kurang lebih ada 60. Kebanyakan spesies itu terdapat di Afrika Tropis, yaitu sebanyak 33 Spp, 14 Spp di Madagaskar, 3 Spp di Mauritius dan Reunion, 10 Spp di Asia Tenggara.
Ditinjau dari segi ekonomis, Spp yang terpenting ialah (Coffea arabica = kopi Arabika) yang menghasilkan 90% dari kopi dunia pada waktu belum ada Robusta (J.E. Purseglove); Coffea canephora 9% dan Coffea liberica kurang dari 1%.
Spesies-spesies yang banyak dipakai berdasarkan sejarah perkembangan tanaman kopi di dunia adalah sebagai berikut:
1.Kopi Bungalensis heyne et Wild; terdapat secara liar di Benggala, Birma, Sumatera, dan adapula yang terdapat di India
2.Kopi Congensis, Froehn. Berasal dari Congo, kopi ini mirip dengan kopi Arabika yang disilang dengan Coffea canephora menjadi hibrida Congesta di Jawa. Mungkin satu bentuk dari Coffea canephora.
3.Kopi Eugenioides, S. Moore. Berasal dari Congo, Uganda, dan Tanzania, sedikit mirip dengan Coffea arabica. Kopi ini banyak pula ditanam, tetapi kandungan Coffein rendah.
4.Kopi Exselsa, A. Chev. Berasal dari Afrika Barat, bisa tumbuh sampai tinggi, daun besar, buah juga besar tapi tetapi biji kecil. Tanaman ini baik di Afrika Barat maupun Filipina, sedangkan di Jawa tidak banyak ditanam. Kopi ini banyak digolongkan Coffea liberica, tetapi buah dan biji jauh lebih kecil.
5.Kopi Recemosa, Lour. Berasal dari Mozambik dan kopi ini banyak ditanam di daerah setempat. Tanaman berbentuk perdu bercabang banyak, buah kecil berwarna merah.
6.Kopi Stenophylla G. Don. Berasal dari Afrika Barat dan banyak ditanam di sana, pohon kecil, bila buah masak berwarna biru hitam, biji lebih kecil daripada Arabika dan rasanya kurang enak.
7.Kopi Zangeubarise Lour. Berasal dari Zanzibar, di daerah asal tersebut kopi banyak ditanam. Buah dan biji mirip dengan kopi Arabika.
KELOMPOK PENCINTA BACAAN ANAK (KPBA)
Sejak berdiri, KPBA banyak mengadakan seminar, lokakarya untuk mahasiswa, guru pendidik, pengarang, illustrator, pendongeng, penerbit dalam usaha meningkatkan mutu bacaan anak Indonesia. Setiap dua minggu sekali melakukan kegiatan rutin mendongeng di Rumah Sakit sejak 1993. Mengadakan Festival mendongeng setiap dua tahun dalam memperingati Hari Anak Nasional.
KPBA juga menggalang kerjasama dengan pemerintah, institusi dalam dan luar negri untuk kemajuan bacaan anak. Juga mendatangkan pembicara luar negeri untuk meningkatkan mutu pelaku perbukuan di Indonesia.
Sukarelawan KPBA terdiri dari peneliti, dosen, doktor, ibu rumah tangga, mahasiswa, karyawan, pengarang, illustrator, pendongeng, guru, orang tua, dan lain-lain. Pengurus KPBA tidak digaji dan semua sumbangan yang diterima , diteruskan untuk kepentingan masyarakat khususnya anak dan membina kemampuan orang dewasa yang terlibat bagi pendidikan anak.
KPBA adalah pionir untuk memajukan minat membaca anak-anak di Indonesia. Selama dua puluh tahun KPBA berkiprah dalam meningkatkan minat baca anak, mutu bacaan, dan layanan perpustakaan.
Visi dan Misi
Tujuan dari Kelompok Pencinta Bacaan anak adalah untuk mengembangkan dan membina bacaan anak di Indonesia sebagai partisipasi bagi usaha mencerdaskan bangsa.
Kegiatan untuk Orang Dewasa :
Seminar, lokakarya, dan pelatihan mendongeng, pelatihan membuat alat peraga, pelatihan menulis, pelatihan membuat ilustrasi, dll.
Kegiatan untuk anak :
Festival mendongeng setiap dua tahun, kegiatan rutin mendongeng di RSCM setiap dua minggu, lomba membaca cerita, membuat alat peraga mendongeng sederhana, dll.
Sejarah
Pencetus gagasan dan pendiri KPBA adalah Dr. Murti Bunanta SS.,MA yang menuangkan pikiran, gagasan dan keprihatinannya terhadap dunia bacaan anak di Indonesia dalam sebuah tulisannya, yang dimuat dalam harian Kompas, 22 September 1987, berjudul "Kalau Belum Terlambat, Mengapa Tidak Sekarang? Kita Butuh Kelompok Pencinta Bacaan Anak".
Tulisan ini menarik minat sekelompok pendukung gagasan dan simpatisan yang menaruh perhatian pada bacaan anak dan mencintai anak-anak, yang secara rutin bertemu sebulan sekali untuk memantapkan gagasan sambil mengadakan kegiatan mendongeng untuk anak-anak.
Pada tahun 1988 dibentuk kepengurusan yang bergabung dalam wadah bernama : Kelompok Pencinta Bacaan Anak (Inggris : Society for the Advancement of Children's Literature). Organisasi ini bersifat independen, non profit dan pengurus serta anggotanya bekerja atas dasar sukarela.
Pameran dengan tema Anak, Bacaan dan Mainan yang diadakan dalam rangka menyambut hari anak nasional Juli 1989 adalah tonggak sejarah kegiatan KPBA selanjutnya, baik secara nasional maupun internasional.
Kegiatan KPBA yang intens dalam memajukan mutu bacaan anak Indonesia menarik perhatian dunia internasional. April 1990, KPBA resmi menjadi seksi nasional suatu organisasi dunia yang bernama International Board on Books for Young People (IBBY) sebagai seksi nasional ke 51.
Pada tahun 2006, untuk meluaskan kerja KPBA, maka seksi nasional tersebut yang bernama Indonesian Board on Books for Young People (INABBY) dipisahkan menjadi organisasi tersendiri dan bekerjasama secara erat dengan KPBA.
Sumber: http://www.kpba-murti.org/
Assalamu'alaikum. Wr.Wb.
Frofilku
Total Tayangan Halaman
Entri Populer
-
Perpustakaan adalah ruang atau tempat yang menyediakan berbagai koleksi yang disediakan untuk penggunanya. Perpustakaan pada umumnya merupak...
-
Beberapa tahun ini ada upaya untuk memperbarui proses belajar-mengajar dengan menyediakan papan tulis pintar yang terintegrasi dengan kemaju...
-
Tanaman kopi bukan tanaman asli Indonesia, melainkan jenis tanaman berasal dari benua Afrika. Tanaman kopi dibawa ke pulau Jawa pada tahun 1...
-
1. Sumber Informasi Primer Status suatu perpustakaan/pusat informasi secara dominan menentukan jenis-jenis informasi yang dikelolanya, terut...
-
Untuk mempelajari fenomena administrasi negara, terdapat berbagai pendekatan, antara lain: 1.Pendekatan yang sistematis dilakukan melalui hu...
-
Tips melestarikan buku, kertas, dan foto: (1) Jangan menggunakan tape atau lem untuk memperbaiki dokumen. Umumnya lem atau tape yang peka te...
-
PROFIL ILO 1. Sejarah ILO ILO didirikan tahun 1919, sebagai bagian dari Perjanjian Versailles yang mengakhiri Perang Dunia I, untuk men...
-
Perpustakaan merupakan salah satu lembaga yang menyediakan , mengelola dan melayankan informasi. Dengan perannya ini, perpustakaan perlu did...















